IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Bantu Perbaikan Tanggul Empang, Pitap Kecamatan Pasekan Turunkan Alat Berat

Bantu Perbaikan Tanggul Empang, Pitap Kecamatan Pasekan Turunkan Alat Berat

INDRAMAYU –
Pasca musibah banjir rob di perairan pantai utara pulau jawa khususnya di Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu, ketua kelompok Pitap (Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif) Kecamatan Pasekan, Ma’ruf Feles yang merupakan ketua PAC PP (Pemuda Pancasila) Kecamatan Pasekan sekaligus tokoh pemuda tidak tinggal diam dalam rangka antisipasi dan penanggulangan dampak pasca banjir rob untuk perbaikan akibat kerusakan tanggul-tanggul empang ataupun tanggul-tanggul pengairan yang jebol.

Ketua Pitap Kecamatan Pasekan, Ma’ruf Feles juga turut serta berperan aktif turut menurunkan alat berat untuk perbaikan tanggul.

Sukanto, masysrakat petambak desa totoran kepada tim IJ news mengatakan ketua Pitap Ma’ruf Feles sosok yang bertanggung jawab dan selalu membantu masyarakat petambak.

“Beliau tidak tinggal diam pasca terjadinya banjir rob khususnya di kecamatan pasekan. Alat berat diturunkan untuk antisipasi terjadinya banjir susulan maupun untuk perbaikan kerusakan tanggul -tanggul empang ataupun tanggul -tanggul pengairan yang jebol akibat banjir rob,” kata dia.

Bersama tim Pitap, beliau begitu cepat dan tanggap dalam membantu masyarakat petambak.

“Saya mengagumi loyalitas beliau. Pasca terjadinya banjir rob selalu ada tim Pitap yang berjaga -jaga dalam rangka antisipasi maupun untuk perbaikanya untuk membetulkan tanggul -tanggul empang yang rusak maupun tanggul-tanggul pengairanya yang jebol,” katanya.

Sementara itu ditemui di kediamannya di desa Pagirikan blok Pecantilan Kecamatan Pasekan, Ma’ruf Feles kepada tim IJ news mengatakan pasca musibah banjir rob, yang terkena dampak untuk kecamatan pasekan dari 6 desa semuanya kena diantaranya desa pabean ilir, pagirikan, totoran, Brondong, karanganyar dan desa pasekan.

Jumlah yang yang terkena dampak untuk enam desa di kecamatan pasekan 5000 hektare dan kerugian per pemilik empang minimal Rp 200 juta.

“Saya sebagai ketua Pitap dan tim langsung turun untuk mengantisipasi maupun perbaikan dengan menurunkan alat berat dalam rangka penanggulangan dan perbaikan tanggul -tanggul empang yang rusak dan tanggul -tanggul pengairan yang jebol pasca musibah banjir rob,” kata dia.

Pasca perbaikan ia berharap petani tambak dapat secepatnya melaksanakan kembali aktifitasnya untuk menanam ikan di tambak. (Backrudin/IJ News)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.