IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

BPN Janji Selesaikan Konflik Tanah Wakaf Jamaah Asy Syahadatain dengan Ahli Waris

BPN Janji Selesaikan Konflik Tanah Wakaf Jamaah Asy Syahadatain dengan Ahli Waris

 

CIREBON –

Aksi damai jamaah Asysyahadatain di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cirebon berlangsung alot. Awalnya, ribuan jamaah Asy Syahadatain menuntut tanah wakaf diakuisisi oleh ahli waris dikembalikan sebagaimana mestinya. Walaupun sempat menutup satu ruas jalan, aksi itu berlangsung tertib dan damai.

Setelah melakukan orasi, sekitar 30 menit kemudian 10 orang perwakilan jamaah Asy Syahadatain diterima oleh pihak BPN Kabupaten Cirebon. Dalan pertemuan yang berlangsung tertutup itu, tuntutan para demonstran dan fakta di lapangan disinkronkan. Akhirnya kedua belah pihak menyatakan sepakat, dan akan mengurus kelengkapan administrasinya kemudian.

Juru Bicara Jamaah Asy Syahadatain, Husein Fauzan mengatakan, pihak BPN mengakui kekeliruannya dan akan secepat mungkin membenahi administrasi tanah yang diakuisisi oleh ahli waris. “Bahwa BPN mengakui kesalahan ada overlap, dari tiga sertifikat. Overlap itu, yang khusus tanah wakaf akan dikembalikan dengan memotong sertifikat nomor M80,” katanya, Senin (18/3/2019).

Dengan adanya kesepakatan ini, ia optimistis bahwa permasalahan tanah wakaf akan selesai dengan damai dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan. “Sementara sertifikat yang satu lagi, BPN akan melakukan pendekatan kepada pemilik tanah. Dan BPN sendiri kelihatannya lebih optimis untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanahan BPN Kabupaten Cirebon, Ispriyadi Nur menyatakan, pada dasarnya setelah hasil ploting Masjid Jamaah Asy Syahadatain berada di luar tanah yang disengketakan.

“Setelah kami melakukan rekonstruksi, bahwa betul wakaf itu tumpang tindih dengan atas Nama Eddy Soejanto. Oleh karena itu, kami akan melakukan pendekatan dengan ahli waris untuk melepaskan tanah seluas 5.090 meter persegi kepada negara,” katanya.

Ia mengungkapkan, secara pribadi ahli waris menyatakan tidak keberatan di hadapan Polres dan pihak terkait lainnya. “Hari ini kami bersama-sama hanya meluruskan saja,” pungkasnya. (Juan)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.