IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Hasil Survei LSI, “Lampu Kuning” Bagi Petahana ?

Hasil Survei LSI, “Lampu Kuning” Bagi Petahana ?

INDRAMAYU –

Direktur Eksekutif Cikom LSI, Toto Izul Fatah mengatakan kalau melihat data survei yang dihasilkan Cikom LSI, merupakan kabar buruk bagi petahana atau Plt Bupati jika maju sebagai calon nomor satu dan memaksakan diri sebagai calon nomor satu.

Karena kalau merujuk pada data survei tersebut sangat berat bagi dia (petahana) karena kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah rendah hanya 50%.

Karena menurutnya, salah satu variabel penting dalam melihat peluang itu (petahana) untuk maju biasanya mengacu kepada kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Tingkat kepuasan publik hanya 50%. Itu biasanya jadi lampu kuning. Idealnya calon incumbent bisa terpilih lagi itu umumnya yang tingkat kepuasan publik terhadap kinerjanya pada angka 70% keatas.

“Berat, dia harus berdarah-darah untuk memenangkan pertarungan pesta demokrasi lima tahuan tingkat Kabupaten Indramayu,” kata dia usai menyampaikan paparan temuan survai bertema “Peta Preferensi Pemilih Jelang Pilkada Indramayu 2020” di Grand Trisula Indramayu, Kamis (08/07/2020).

Meski demikian sambungnya, bukan berarti peluang petahana hilang, karena ada juga tingkat kepuasan di angka 50% tapi karena ada figur yang kuat dia bisa menang. Hal itu terjadi di beberapa kasus.

“Kalau kita lihat masih ada Daniel dan figur lain termasuk figur perempuan Hj. Ami Anggraeni, Toto Sucartono dan lainnya yang punya potensi karena pengenalannya tinggi, peluang Taufik sangat berat sebagai calon E 1,” .

Sementara berdasarkan data survei, Taufik Hidayat tingkat kepuasannya hanya 50%. Ini menjadi lampu kuning buat Taufik jika maju menjadi nomor 1.

“Lain hal kalau jadi wakil. Barangkali beda lagi. Bisa jadi memberi nilai lebih. Tapi dengan siapa,kami tidak tahu,” timpalnya.

Toto Izul Fatah menegaskan survei bisa dipesan oleh siapa saja namun hasil survei tidak bisa dipesan. Kalau itu terjadi sama saja dengan mengubur LSI sendiri.

Publikasi hasil survei ini tambah dia merupakan bagian dari transparansi LSI. Beda hal kalau pihaknya sembunyi-sembunyi mengundang wartawan dan meminta tolong beritanya yang menarik.

“Kami mengundang para pimpinan Parpol untuk bersama-sama membedah hasil survai. Mari kita sama-sama membedah hasil survei sebagai bagian pendidikan politik bagi para kader-kadernya. Yang pasti, tidak ada penggiringan apapun dari LSI kepada publi untuk memilih A, B, C dan seterusnya,” tambahnya. (Pro/IJnews)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.