IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Hero Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Indramayu

Hero Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Indramayu

 

INDRAMAYU –

Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari, Anggota MPR RI dari Fraksi Demokrat, Dr. Ir. H. Herman Khaeron, M.Si melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan.

Sosialisasi empat pilar kebangsaan bekerjasama dengan Majelis Daerah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Indramayu ini digelar di Aula Kampus STAI Sayid Sabiq, Sindang, Sabtu (08/08/2020).

Herman Khaeron mengatakan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dirangkai dengan pelantikan MD KAHMI Indramayu dan rapat koordinasi daerah Indramayu ini untuk menyatukan persepsi diantara seluruh elemen yang tergabung dalam MD KAHMI Indramayu yang tentunya ada banyak perspektif.

“Saya hadir untuk melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan meliputi Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” kata Kang Hero sapaan akrabnya usai sosialisasi.

Hadir pada kesempatan tersebut, calon Bupati Indramayu, dr. Hj. Ratnawati, M.KKK, mantan Anggota DPR RI Fraksi Golkar, H, Jahidin, mantan Plt. Ketua DPD Partai Golkar Indramayu, H. Sukim Nur Arif, pengurus MD KAHMI/HMI Kabupaten Indramayu dan undangan lainya.

Menurutnya, pasca reformasi, masyarakat tidak memiliki konsep yang lebih mapan untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Oleh karenanya selama 11 tahun menjadi Anggota MPR/DPR RI, ia lebih condong untuk terus mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila dan mengingatkan kembali masyarakat tentang nilai-nilai perjuangan bangsa yang penuh dengan tetesan darah dan air mata termasuk nyawa.

“Durasinya sangat panjang yakni 350 tahun dijajah Belanda dan 3,5 tahun dijajah Jepang,” beber suami calon Bupati Indramayu, Hj. Ratnawati ini.

Usai masa penjajahan, sambungnya kemudian masuk ke fase perang kemerdekaan, pasang surut berganti konstitusi hingga masuk pada masa reformasi tahun 1998.

“Pada masa reformasi ada dinamika yang harus dicermati namun demikian kami di MPR tetep berkomitmen terhadap konsesus berbangsa dan bernegara dengan pedoman pada empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” kata dia.

Dikatakan, untuk membangun daerah itu penting satu hal yaitu menjaga keamanan, menjaga kondusifitas wilayah, sehingga ada ketenangan kemudian bagaimana fokus untuk membangun daerah-daerah yang pada akhirnya bisa mensejahterakan rakyat.

Dikatakan, melalui sosilaisasi empat pilar kebangsaan itu ia meminta komitmen bersama bagaimana mengangkat hajat hidup masyarakat Indramayu yang potensinya cukup besar dan kemudian bisa memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat.

“Saya meminta komitmen bersama untuk mengangkat hajat hidup masyarakat Indramayu,” kata anggota DPR/MPR RI dari dapil Jabar 8 meliputi Kabupaten/Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu ini.

Kang Hero menambahkan, tujuan sosialisasi empat pilar antaranya, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan Ketetapan MPR. Selain itu, sosialisasi juga digelar untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari. (Pro/IJnews)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.