IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Imbas COVID-19, 1.952 PMI asal Indramayu Dipulangkan dan 1.974 Tertahan Keberangkatannya

Imbas COVID-19, 1.952 PMI asal Indramayu Dipulangkan dan 1.974 Tertahan Keberangkatannya

 

INDRAMAYU –

Imbas pandemi COVID-19 telah berdampak pada semua sector termasuk sector ketenagakerjaan di Kabupaten Indramayu. Imbas pandemi itu sekira 1.952 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dulu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dipulangkan dari negara penempatan.

Sebanyak 1.974 PMI tertahan keberangkatannya. Total sektor informal yang terdampak COVID-19 sekitar 3.926 orang. Dampak lainnya, 177 tenaga kerja di PHK dan 164 orang dirumahkan.

Demikian disampaikan Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra, Setda Indramayu, Maman Kostaman ketika membacakan sambutan selamat datang Pjs Bupati Indramayu, Bambang Tirtoyuliyono saat menerima kedatangan Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah dan rombongan pada acara “Peningkatan Keberlangsungan Usaha Sektor UMKM di Masa Pandemi COVID-19 Kementerian Ketenagakerjaan RI, Kementerian Perindustrian, Pemkab Indramayu dan PT. Polytama Propindo, di kompleks perkantoran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat, Rabu (21/10/2020).

Maman juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Ketenagakerjaan karena di masa sulit ini, Kabupaten Indramayu mendapatkan 9.974 program subsidi upah dan 9.900 program Kartu prakerja.

“Untuk percepatan penanganan COVID-19 kami terus berinovasi dan bekerjasama dengan semua elemen bahkan APBD Indramayu di refocusing sekitar 210 miliar,” kata dia.

Dalam penanganan COVID-19 ini sambungnya, 4 SKPD dilibatkan seperti Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagin), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan BPBD.

Maman juga mengaku bersyukur dalam penanganan COVID-19 ini pihaknya dibantu pihak swasta salahsatunya PT. Polytama Propindo. Melalui CSR-nya, industri penghasil bijih besi ini turut andil melalui program management Pencegahan COVID-19 atau Mang COVID dengan sasaran korban PHK, UMKM terdampak dan penyandang disabilitas.

“Mang COVID merupakan inisiasi PT. Polytama Propindo. Dalam penanganan COVID-19 PT. Polytama bekerjasama dengan 4 SKPD,” tutup Maman.

Sementara Presiden Direktur PT. Polytama Propindo, Didik Susilo membenarkan Mang COVID diinisiasi pihaknya. Dalam melaksanaan program tersebut pihaknya bekerjasama dengan Disnaker melalui UPT Balai latihan Kerja (BLK), Diskopdagin, DLH dan BPBD.

“Tujuan Mang COVID untuk meningkatkan taraf hidup masyarakt melalui program yang dapat berjalan secara mandiri dan berkesinambungan untuk para korban PHK, penmyandang disabilitas dan UMKM yang terdampak langsung pandemi COVID-19,” kata dia.

Menurutnya, sasaran dari program Mang COVID ada 2 aspek yakni pemberdayaan masyarakat yang terkena PHK dan kelompok disabilitas.

“Mereka dilatih menjadi tenaga kerja yang tersertifikasi, berkompeten untuk mendaptkan penghasilan secara mandiri dengan target awal 100 peserta serta pemberdayaan UMKM terdampak melalui program bersertifikat BNSP. Program Mang COVID telah dilaksnakan sejak Agustus hingga akhir Oktober,” sebut Didik.

Alhamdulillah permintaan pelaku usaha di Indramayu cukup tinggi menggunakan disinfektan berbasis airbone spray. Hal lainnya masyarakat yang mengoperasikan alat disinfektan airbone telah menerima pendapatkan di atas UMR Kabupaten Indrmayu.

“Melalui kegiatan ini kami akan memberikan sertifikat BNSP kepada UMKM sebagai bekal uuntuk mengembangkan usahanya kedepan serta para pekerja sebagai tenaga tersertifikasi. Kami juga mengucapkan apresiasi dan terimakasih Disnaker Indramayu melalui UPT BLK, Disakopdagin, DLH yang mendukung terwujudnya program mang covid sehingga memperoleh pencapaian berhasil,” ujarnya senang.

Didik Susilo menambahkan, sebagai upaya pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat sekitar ditengah pandemi pihaknya memberikan bantuan rapid tes, APD dan program jaring pengaman social (JPS) ketenagakerjaan juga diberikan melalui perwakilan untuk dapat dialokasikan untuk pencegahan pandemic COVID-19.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Tenaga Kerja Hj. Ida Fauziyah, anggota DPR RI, Dedi Wahidi,, Netty Prasetiyani Aher, Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kementerian Tenaga Kerja, Haiyani Rumondang, Dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian, Muhammad Khayam, unsur Forkopimda dan undangan lainnya. (Safaro/IJnews)

 

 

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.