IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Imbas Covid-19, Harga Kedelai Alami Kenaikan

Imbas Covid-19, Harga Kedelai Alami Kenaikan

INDRAMAYU – Mewabahnya virus corona yang kian menggurita berimbas pada kenaikan harga kedelai. Bahan baku tahu dan tempe yang dipasok dari United State of America (USA) ini sebelumnya dibanderol dengan harga Rp.6.750/kilogram (kg) menjadi Rp.8.700/kg.

“Kenaikan harga kedelai salah satunya dipicu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar USA. Masih mewabahnya virus corona covid-19 saat ini maka tidak menutup kemungkinan harga kedelai masih akan mengalami kenaikan. Nilai tukar rupiah terhadap dollar USA saat ini Rp.15.817,40,” kata Bendahara PRIMKOPTI Indramayu, H. Moch Zain Hasan di Kantor KSP “Mitra Jasa” Indramayu anak perusahaan PRIMKOPTI, Senin (13/04/2020).
.
Menurutnya, meski harga kedelai mengalami kenaikan, namun belum menggangu penjualan ke ratusan pelanggan tahu tempe di Kabupaten Indramayu.

Penjualan masih berjalan normal. Dalam satu bulan sebanyak 530 ton kedelai terjual ke pelanggan.

“Dalam satu bulan, kami masih bisa menjual 530 ton kedelai atau rata-rata per hari 18 ton. Saat ini kami masih memiliki stok sebanyak kurang lebih 110 ton yang tersebar di 5 gudang yaitu gudang Indramayu, Lohbener, Patrol, Sliyeg serta Terisi. Sementara untuk menutupi stok itu, PRIMKOPTI Indramayu melakukan pembelian kedelai sebanyak 20 ton/hari dari PT FKS Multi Agro Tbk di Cirebon,” ujar Zain.

Dengan masih tersedianya stok kedelai yang tersimpan di 5 gudang milik Primer Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (PRIMKOPTI) Indramayu, menandakan jika stok kedelai di Indramayu masih aman.

“Stok kedelai insya Allah aman,” kata dia.

Menurutnya, sebagai koperasi yang bergerak dibidang usaha penjualan kedelai, pihaknya harus memenuhi kebutuhan kedelai untuk para anggota dilayani sebanyak 342 pengrajin dengan perincian anggota penuh sebanyak 200 orang dan calon anggota 142 orang.

Ditambahkan, kebutuhan kedelai untuk bahan baku tahu dan tempe masih bergantung dari impor USA. Kedelai lokal sejauh ini belum ada. Kalaupun ada kualitasnya masih rendah.

“Kalau kedelai lokal tersedia kami siap membeli,” tambah Zain Hasan. (Pro/IJnews)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.