IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Jaringan Internet di Indramayu 100 Persen Gunakan Kabel Optik

Jaringan Internet di Indramayu 100 Persen Gunakan Kabel Optik

 

INDRAMAYU –

Untuk meningkatkan pelayanan dan memanjakan pelanggan berselancar di internet, Kantor Daerah Telekomunkasi (Kandatel) Indramayu terhitung triwulan ketiga 2020 sudah bebas dari kabel tembaga. Perusahaan pelat merah di Jalan Gatot Subroto No.5 Karanganyar Indramayu ini sudah 100 persen menggunakan fiber optic atau kabel optik.

“Kami sudah membangun 27 ribu satuan kabel optik di wilayah Kandatel Indramayu dengan jumlah pelanggan sebanyak 23 ribu dan hingga akhir tahun nanti diperkirakan jumlah pelanggan akan terus bertambah,” kata General Manager (GM) Wilayah Telkom (Witel) Cirebon, Linson Parlindungan Sitompul saat berkunjung di Kandatel Indramayu, Selasa (13/10/2020).

Dengan bebasnya Kandatel Indramayu dari kabel tembaga sambungnya, masyarakat diharapkan sudah bisa menikmati layanan Telkom Grup baik itu dengan Indihome yang didalamnya ada internet, telepon, dan televisi berlangganan maupun BTS-BTS Telkomsel (anak perusahaan).

“Dengan sudah disuportnya BTS-BTS Terkomsel dengan fiber optic kalau kita berselancar di internet pakai handpone sudah cukup kencang,” ungkapnya sambil promosi.

Dikatakan, fisik kabel fiber optic kelihatannya besar sebetulnya setiap 1 core itu sama dengan sepertiga rambut, yang besar itu pelindungnya. Fiber Optic kata Linson, adalah jenis kabel yang terbuat dari serat kaca atau plastik halus yang dapat mentransmisikan sinyal cahaya dari satu tempat ke tempat lainnya secara cepat dan efektif apabila dibandingkan dengan kabel tembaga.

Oleh karenanya pihaknya meminta tolong kepada masyarakat Indramayu untuk membantu melaporkan ketika ada mitra kerja sedang membangun jaringan kemudian ada kabel yang kurang rapi dan dijaga karena kabel optik itu beda dengan tembaga maunya lurus kalau bengkok patah. Tolong juga dibantu pengamannya dari pencuri karena dikiranya kabel yang ada masih terbuat dari tembaga.

“Kabel optik dari segi material tidak laku dijual atau tidak ada nilai ekonomisnya, tapi dari segi ekonomi daerah itu, sangat menunjang karena dengan bandwidth atau kecepatan internet di suatu daerah sangat meningkatkan ekonomi dan muaranya PAD ikut meningkat pula,” kata Linson.

Kepedulian masyarakat Indramayu turut serta menjaga. Itu membuatnya bersemangat dan merencakan pembangunan jaringan hingga ke pelosok desa. “Saat ini masih terkumpul di perkotaan seperti Indramayu, Haurgeulis, Jatibarang. Penambahan pembangunan akan terus dilakukan secara berkesinambungan setiap triwulan dan hingga Desember nanti mungkin ada penambahan jaringan 1000 satuan kabel optik dan seterusnya,” beber dia.

Sementara Kepala Kantor Daerah Telekomunikasi (Kandatel) Indramayu, Asep Taryo berharap kepada masyarakat Indramayu lebih peduli terhadap jaringan telekomunikasi. Hal itu untuk membuat nyam,an berselancar di internet. Kalau jaringan terganggu maka akan terganggu pula berselancarnya.

Menurutnya, Kandatel Indramayu dibagi 2 Kepala Unit Bisnis (KaUbis) atau pelayanan bisnis. Kaubis membawahi beberapa Sentral Telepon Otomat (STO). KaUbis Indramayu barat membawahi STO Haurguelis, Patrol dan Losarang. Indramayu timur membawahi Indramayu Area, Jatibarang, Karangampel dan STO Balongan.

“Semua STO itu bertanggung jawab terhadap masalah pembangunan jaringan. Okupasi/pekerjaan di Indramayu sudah 82 persen. Kapasitas 27.000K sudah terisi 23.000 pelanggan,” timpalnya.

Untuk melayani masyarakat sambungnya, pihaknya mempunyai tim marketing dan agensi. Dari agensi-agensi itulah pihaknya mengetahui bahwa kebutuhan-kebutuhan masyarakat sangat tinggi. Asep mencontohkan, misal di satu daerah jaringannya habis. Jaringan habis itu kemudian akan dilaporkan agensi dan mengajukan penambahan jaringan ke pihaknya.

Hanya saja kata dia, karena ada keterbatasan anggaran untuk pembangunan maka disiasati dengan penambahan jaringan yang eksisting. “Kita mau merambah ke daerah Arahan dan cantigi. Karena ditempat itu belum ada jaringan sama sekali,” kata Asep Taryo.

Untuk memuluskan upaya penambahan jaringan di Kecamatan Arahan dan Cantigi, langkah awal pihaknya akan membangun fider. Fider kalau dalam istilah PDAM itu saluran induk. Dari fider kemudian didistribusikan ke instalasi Optical Distribution Point (ODP) atau jaringan pembagi ke masyarakat.

“Alhamdulillah antusias dari masyarakat baik. Antusias itu mendorong kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tambah dia. (Safaro/IJnews)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.