IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Kisah Ulama di Majalengka, Rawat Al-Quran Kuno Berusia 370 Tahun

Kisah Ulama di Majalengka, Rawat Al-Quran Kuno Berusia 370 Tahun

Majalengka – Seorang ulama di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, merawat Al-Quran yang usianya sudah ratusan tahun dan ditulis tangan di atas kulit kayu sehingga tak aneh jika ukuran dan ketebalannya berbeda dengan Al-Quran pada umumnya.

Al-Qur’an langka tersebut saat ini dirawat oleh Kuwu Hormat Ridwanudin yang merupakan turunan ke-tujuh dari Kiyai Haji Muhammad Latifudin, atau dikenal dengan nama Tubagus Latifudin yang konon merupakan penulis serta pemilik Al-Qur’an tersebut.

“Kalau dari cerita turun temurun Al-Qur’an ini ditulis sekitar tahun 1650, ditulis tangan diatas kulit kayu,” ungkap Kuwu Hormat di kediamannya di Desa Pageraji Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka, Rabu (14/4/2021).

Kuwu Hotmat menjelaskan, Al-Qur’an dari kulit kayu tersebut masih utuh. Sebab, dijaga dan dirawat secara khusus dan hanya dibaca setahun sekali ketika ada ketika memperingati haul atau wafatnya KH Tubagus Latifudin, dibaca bersama-sama dengan warga.

“Hanya dibaca sekali dalam setahun, ketika haul dan hanya surah yaa siin saja,”ungkap Kuwu Hormat.

Kuwu Hormat Ridwanudin menambahkan Al-Qur’an tulisan tangan itu, sejatinya merupakan warisan turun temurun yang sangat istimewa dan sangat berharga. Hanya saja, karena bentuknya bukan kekayaan seperti emas dan perak, maka Al-Qur’an tersebut aman dari rebutan tangan-tangan jahat yang tak bertanggungjawab.

“Ini tuh warisan, warisan biasanya rebutan. Dalam hal ini, yang diperebutkan adalah isi dari pengetahuan Al-Qur’an. Secara garis besar, Al-Qur’an mengajarkan untuk jangan terlalu mengejar duniawi,” ungkapnya.

Kuwu Hormat melanjutkan, Kiyai Latifudin juga masih tercatat ada hubungan kekerabatan dengan kerajaan Talaga Manggung, juga ada hubungannya dengan Pamijahan, Kasepuhan Kawunggirang dan Cijati. Namun, soal silsilah nasab keturunan ini detailnya kurang begitu pasti.

“Dulu mah hanya sebatas dikasih tau secara lisan, jadi tak ada jejak tulisannya,” ujarnya.

Berdasarkan penuturan Kuwu Hormat Ridwanudin, peninggalan Tubagus Latifudin itu bukan hanya Al-Qur’an tulisan tangan saja. Namun ada senjata keris dan tombak. Saat ini dia hanya menyimpan barang berharga tersebut di tempat sederhana.

Menyikapi hal ini, Ketua Grup Madjalengka Baheula (Grumala) Nana Rohmana atau akrab disapa Mang Naro berharap ada penilitian khusus tentang jejak tulisan tangan Al-Qur’an yang sudah berusia 370 tahun lebih itu.

“Kami, Grumala, telah melihat langsung Al-Qur’an itu dirawat dan dijaga oleh orang yang tepat. Sayangnya belum ada perhatian dari pemerintah, terhadap makam maupaun peninggalan Kiyai Latifudin. Padahal Makam tersebut ketika haul dikunjungi ribuan orang. Wisata religi telah terbentuk di Pageraji,” ujarnya. (Oki/IJnews)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.