IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Kunjungi Kampung Jangkrik, Nina Agustina Akan Jadikan Wisata Baru Berbasis Kearifan Lokal

Kunjungi Kampung Jangkrik, Nina Agustina Akan Jadikan Wisata Baru Berbasis Kearifan Lokal

INDRAMAYU –

Kabupaten Indramayu selain terkenal dengan julukan Kota Mangga, namun juga masih memiliki daerah-daerah yang unik, salah satunya di Desa/Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu.

Desa ini bahkan dijuluki sebagai Kampung Jangkrik karena banyaknya masyarakat yang berprofesi sebagai peternak serangga dengan nama latin Gryllidae tersebut, tepatnya di Blok Rengas Payung Desa/Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu.

Informasi yang dihimpun, sedikitnya ada 20 orang di Desa Kertasemaya yang memilih profesi sebagai peternak jangkrik, mereka memulai usaha tersebut sejak tahun 2016 lalu.

Selain berternak jangkrik, Desa Kertasemaya juga memberdayakan kaum ibu untuk mengelola jangkrik-jangkrik menjadi bahan makanan berupa peyek jangkrik.

Jika dirawat dengan maksimal dapat memanen jangkrik hingga 160 kilogram, dalam satu bulan mereka dapat menghasilkan panen jangkrik hingga 640 kilogram.

Salah satu peternak jangkrik di Blok Rengaspayung, Desa/Kecamatan Kertasemaya, Rasilah (45) mengatakan, beternak jangkrik menjadi usaha yang menggiurkan sekaligus penuh risiko di musim kemarau ini.

Pasalnya, permintaan pasar terhadap jangkrik di musim kemarau meningkat tajam dengan harga jual yang mahal. Hal tersebut berbanding terbalik dengan beternak jangkrik di musim penghujan.

“Kalau di musim kemarau, satu kilogram mencapai Rp 40 ribu,” kata Rasilah, Sabtu (17/10/2020)

Meski harga jangkrik tinggi, namun risiko pun ikut meningkat. Karena banyak jangkrik yang mati pada musim kemarau sehingga membutuhkan ketekunan dan perawatan ekstra untuk merawat jangkrik-jangkrik tersebut.

Dikatakannya, di musim penghujan berternak jangkrik tidak perlu perawatan khusus. Namun harga jual dan pesanan jangkrik justru merosot tajam, hanya Rp 15 ribu per kilogramnya.

“Untuk menernakan 1 ons telur jangkrik hanya memerlukan biaya Rp 18 ribu saja. Dari 1 ons telur jangkrik itu bisa menghasilkan 1 kilogram jangkrik,” pungkasnya

Rasilah berharap, jika Nina Agustina menjadi Bupati Indramayu, bisa mendorong peternak jangkrik lainnya untuk mengembangkan usahanya serta diberikan bantuan dari Pemerintah daerah. Karena selama ini, lanjut Rasilah, belum pernah mendapat bantuan dari Pemda Indramayu.

“Belum pernah ada bantuan dari Pemerintah daerah Indramayu, kita disini mandiri saja,” tandasnya

Sementara itu, Calon Bupati Indramayu Nina Agustina didampingi Pelawak senior Mpok Atiek yang datang ke Kampung Jangkrik itu mengatakan, peternak jangkrik menjadi salah satu usaha yang harus dibantu oleh pemerintah daerah, untuk itu, Nina Lucky akan tetap komitmen dalam 99 program prioritas itu.

“Usaha ini sangat menguntungkan, semoga memberi inspirasi bagi warga lainnya, terutama yang sudah memulai usahanya sebagai peternak jangkrik agar terus dikembangkan,” kata Nina.

Ia menambahkan, sebagai wujud komitmen Nina Lucky menjadi pemimpin di Indramayu, pihaknya akan memberikan bantuan modal untuk koperasi sampai dengan 500 juta dan umkm sampai dengan 25 juta tanpa agunan.

“Nah, termasuk Kampung Jangkrik ini juga bisa menjadi penambahan destinasi wisata baru berbasis kearifan lokal,” pungkasnya. (IJnews)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.