IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Mahasiswa UIN Jakarta yang Tewas Sebelum Wisuda Dimakamkan di Indramayu

Mahasiswa UIN Jakarta yang Tewas Sebelum Wisuda Dimakamkan di Indramayu

INDRAMAYU –

Kematian Mahasiswa UIN Jakarta, Nurul Faqih (22 tahun) akibat kecelakaan lalu lintas telah diikhlaskan oleh pihak keluarga. Keluarga menilai, Faqih merupakan sosok anak yang rajin dan pintar.

“Ia adik saya yang paling rajin. Anaknya mandiri dan tekun,” ujar Imron Rosyadi (40 tahun0, kakak kandung Nurul Faqih.

Imron mengaku, pihak keluarga tidak memiliki firasat sebelum kematian Nurul Faqih. Bahkan pada Sabtu (30/11) malam, ia dan Faqih makan nasi goreng sepiring berdua.

“Saat malam hari sebelum kejadian, Faqih masih bercanda bersama saya sambil makan nasi goreng bareng. Tidak ada firasat apapun,” kata dia.

Namun, saat Minggu (1/12/2019) atau beberapa jam sebelum pelaksanaan wisuda, ia memilih berangkat lebih dahulu dibandingkan keluarganya yang datang dari Indramayu.

“Faqih ijin berangkat lebih dulu, karena harus mempersiapkan wisuda. Apalagi Faqih menjadi kordinator di fakultas untuk pelaksanaan wisuda. Jadi harus berangkat lebih pagi,” kata dia.

Mahasiswa UIN Jakarta Nurul Faqih (22 tahun) yang tewas akibat kecelakaan di Ciputat, Tangerang Selatan, tiba di rumah kediamannya di Blok Carik RT17 RW 04 Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dan pada Minggu (01/12/2019) pukul 16.45 WIB dimakamkan tempat pemakaman umum (TPU) Desa setempat.

Pemakaman Nurul Faqih dihadiri oleh sejumlah keluarga, kerabat dan sahabat Nurul Faqih serta masyarakat Desa Krasak. Jenazah Nurul Faqih tiba dirumah duka sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah dimandikan dan disholatkan oleh pihak keluarga, jenazah Nurul Faqih dimakamkan di TPU desa.

“Kami selaku tetangga juga merasa kaget. Karena sebelumnya beberapa anggota keluarga ikut ke Jakarta untuk menghadiri Wisuda Nurul Faqih,” kata Masitoh, tetangga korban.

Nurul Faqih sendiri merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dari pasangan Hasanudin-Sanah. Masitoh mengaku, kedua orang tua Nurul Faqih sendiri tinggal di Tangerang dan berjualan Soto di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.

“Orang tuanya lama tinggal disana. Rumah disini, ditempati oleh salah satu anaknya,” kata dia.

 

Sementara itu, Bakrudin, warga Desa Krasak mengaku turut berbela sungkawa atas kematian Nurul Faqih. “Sejak kecil Faqih merupakan anak yang penurut dan rajin,” kata dia. (*)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.