IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Membahayakan, Warga Minta Tiang Listrik di Badan Jalan Soekarno Hatta Indramayu Dipindahkan

Membahayakan, Warga Minta Tiang Listrik di Badan Jalan Soekarno Hatta Indramayu Dipindahkan

 

INDRAMAYU –

Dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, masyarakat meminta kepada pihak terkait agar posisi tiang listrik di badan Jalan Soekarno Hatta di Blok Bungkul Kelurahan Bojongsari, Kabupaten Indramayu, dipindah atau digeser ke bagian luar trotoar.

Posisi tiang listrik itu berada di badan jalan imbas pekerjaan pelebaran jalan nasional Soekarno Hatta Indramayu dari Simpang Lima (Bunderan Mangga) hingga Terminal Sindang pada 2019 hingga awal 2020.

“Pelebaran jalan Soekarno Hatta dikerjakan pada awal tahun 2019 hingga awal 2020. Ketika pekerjaan jalan itu tuntas dikerjakan menjadi 4 lajur namun masih menyisakan PR karena masih ada beberapa titik tiang listrik di badan jalan. Kami meminta agar PLN segera memindahkan tiang listrik itu,” kata seorang warga, Agus S.

Menurutnya, posisi tiang listrik di badan jalan sangat membahayakan bagi para pengguna jalan. Adanya permintaan dari masyarakat untuk memindahkan tiang listrik di badan jalan dibenarkan oleh Plh Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Indramayu, Aditya Darmawan. Menurutnya, permintaan masyarakat itu ada yang disampaikan langsung ke kantor PLN ada juga yang melalui medsos.

“Permintaan masyarakat agar tiang listrik yang masih tersisa di badan jalan Soekarno Hatta Indramayu dipindahkan sudah kami tanggapi baik secara langsung maupun melalui instagram (IG) termasuk alasan-alasannya kenapa masih belum juga dipindahkan,” kata dia diamini Manager Bagian Keuangan, SDM dan Administrasi, Paroloan Siahaan (Olo) dikantornya, Kamis (22/10/2020).

Menurutnya, adanya pekerjaan pelebaran jalan hingga menyisakan beberapa tiang listrik di badan jalan sudah dilaporkannya ke PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat. Dalam laporan itu sambungnya, pihaknya meminta anggaran untuk memindahkan tiang listrik tersebut setelah pekerjaan jalan itu selesai. Hanya saja kata Aditya kondisi berbicara lain yakni keburu munculnya wabah virus corono disease 2019 atau pandemi COVID-19 secara nasional bahkan dunia.

Karena pandemi itu PLN juga terkena imbas sementara pendapatan satu-satunya dari pelanggan. Artinya, ketika pemasukan tersendat sementara subsidi semakin ditekan dan kewajiban menghidupkan masyarakat agar tidak mati lampu terus diutamakan.

“Sesuai prosedur dan birokrasi kami sudah mengajukan anggaran ke PLN pusat melalui IUD Jabar. Kami terus berusaha dan membuat skala prioritas terkait penanganan keberadaan tiang listrik yang masih ada di badan jalan,” kata dia.

Skala prioritas itu kata dia disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Kalau anggarannya belum ada maka tiang listrik yang masih ada di badan jalan dipasangi skotlet dulu.

“Skotlet itu sebagai tanda bagi pengendara khususnya di malam hari kalau masih ada tiang listrik di badan jalan. Tiang-tiang listrik itu sesuai rencana akan dipindahkan pada akhir tahun ini,” sebut dia.

Aditya Darmawan menambahkan menghadapi musim hujan ini pihaknya meminta agar masyarakat merelakan pohon yang dibawah jaringan untuk dipangkas. Pemangkasan itu kata dia secara umum jaraknya antara 2-3 meter dibawah jaringan.

Namun demikian berdasarkan informasi yang diterima pihaknya saat rapat virtual dengan pimpinan diketahui jika badai El Nino sudah menyasar Indonesia, diantaranya banjir bandang di Sukabumi dan longsor di Garut.

Dengan kondisi itu pihaknya mengimbau agar masyarakat merelakan pohonnya dipangkas dengan jarak aman radius antara 4-5 meter. Kenapa 4-5 meter karena dampak angin el nino, kalau jarak 2,5 -3 meter itu aman untuk angin biasa atau normal.

“Mengantisipasi ancaman badai El Nino pemangkasan pohon disarankan 4-5 meter,” sarannya.

Ia juga menjelaskan alasan padamnya listrik. Menurutnya, padamnya aliran listrik karena 2 hal yakni imbas pemeliharaan dan gangguan alam. “Karena saat melalukan pemeliharaan harus safety dan untuk pemadaman selalu diinformasikan kepada masyarakar, tapi kalau gangguan alam hanya Allah yang tahu,” jelasnya .

Hal lainnya, sambung Aditya untuk masyarakat yang berada di daerah rawan banjir, stof kontak yang ada di bawah agar diamankan karena bisa berbahaya bila air masuk menggenanginya dan mengimbau masyarakat agar membayar listrik tepat waktu. (Safaro/IJnews)

 

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.