IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Miliki Sumur Migas Baru, Pertamina Jatibarang Field Yakin Produksi Minyak dan Gas Alami Kenaikan

Miliki Sumur Migas Baru, Pertamina Jatibarang Field Yakin Produksi Minyak dan Gas Alami Kenaikan

INDRAMAYU –

Memasuki Tahun 2020, Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field optimis bisa meningkatkan produksi minyak dan gas melalui pemboran sumur, kegiatan optimasi dan workover. Salah satunya sumur CMT-19 eks pemboran CMR-NP1 yang berlokasi di struktur Cemara, wilayah administrasi Indramayu yang dibor per 29 November 2019.

Sumur ini dibor oleh Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) menggunakan rig N 110-M2. Kedalaman akhir 2.818 meter bawah permukaan tanah berhasil dicapai melalui 2 tahapan, dry hole basis selama 40 hari dilanjut completion basis selama 18 hari hingga total 58 hari operasional.

Pertama kali diproduksikan tanggal 7 Januari 2020, menurut data per 15 Januari 2020, CMT-19 berhasil memberikan sumbangsih penambahan produksi bagi Jatibarang Field dan Asset 3 dengan hasil minyak sebesar net 736 Barrel Oil Per Day (BOPD) dan gas sebesar 3.7 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD).

Tak hanya itu, sumur lain pun turut memberikan kontribusi kenaikan produksi hidrokarbon. Sumur AMJ-01 mengalami kenaikan produksi minyak mencapai net 324 BOPD melalui program optimasi yang dilakukan di awal tahun. Sedangkan melalui program reparasi di sumur ABG-07, menghasilkan net 141 BOPD.

Penambahan minyak dan gas juga diperoleh melalui program workover di sumur KRE-01 dengan hasil minyak net 74 BOPD dan gas sebesar 1.2 MMSCFD.

Hari Widodo selaku Jatibarang Field Manager menyampaikan bahwa Pertamina EP selaku perusahaan negara yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi migas memperoleh mandat dari pemerintah untuk meningkatkan cadangan minyak dan gas nasional.

Seperti diketahui, sumber daya alam minyak dan gas bumi merupakan energi yang tidak terbarukan. Jika diproduksikan terus-menerus, maka kandungan hidrokarbon di subsurface juga akan mangalami laju penurunan produksi alamiah. Untuk menjawab tantangan dalam mengelola lapangan migas yang mayoritas sudah berproduksi sejak lama dan termasuk kategori mature fields dengan angka laju penurunan alamiahnya (natural decline) yang tinggi, banyak upaya yang perlu dilakukan dalam memenuhi mandat pemerintah pusat tersebut, antara lain dengan melakukan pemboran baru, optimasi produksi hingga ke program kerja ulang (workover) dengan tetap memprioritaskan aspek kesehatan dan keselamatan kerja.

“Alhamdulillah, mengacu data yang diperoleh per 15 Januari 2020, produksi minyak Pertamina EP Jatibarang Field saat ini mencapai 7555 BOPD, sedangkan produksi gas sebesar 44.17 MMSCFD. Terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan pekerja, mitra kerja, aparat pemerintahan dan masyarakat sehingga Pertamina EP Jatibarang Field dapat beroperasi dengan lancar dan aman hingga berhasil mengakumulasikan 6.543.205 jam kerja selamat selama tahun 2019,” papar Hari Widodo. (IJnews)

 

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.