IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Paslon Nina-Lucky: Nomor 4 adalah Makna 4 Elemen Alam

Paslon Nina-Lucky: Nomor 4 adalah Makna 4 Elemen Alam

INDRAMAYU –

Nomor urut yang diraih pasangan calon saat rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Indramayu 2020 di Gedung PGRI Indramayu memiliki arti tersendiri bagi mereka salah satunya Paslon Nina Agustina Da’i Bachtiar – Lucky Hakim (Nina-Lucky). Menurutnya, arti nomor 4 adalah makna dari 4 elemen alam yakni angin, tanah, air dan api.

“Dengan memperoleh nomor 4, kami berharap ingin membuat Indramayu lebih bermartabat. Doakan kami yang terpilih pada Pilkada Indramayu 09 Desember 2020 nanti,” kata dia usai pengundian nomor urut.

Cawabup Lucky Hakim menambahkan, pihaknya berjanji akan memperbaiki seluruh sector mulai dari pembangunan hingga tata kelola birokrasi. Untuk mengawali itu, sambungnya, pihaknya mendatangi dan menanyakan keluhan masyarakat secara door to door.

“Selama ini pasti sudah ada yang baik dan dijalankan dengan baik tapi bukan berarti tidak bisa ditingkatkan agar lebih baik. Kami datangi masyarakat dan menyodorkan visi misi yang lebih baik untuk mewujudkan Indramayu bermartabat, bersih, adil dan religius,” tambahnya.

Lucky menyebutkan, dari berbagai pertemuan dengan masyarakat pihaknya banyak menerima keluhan harga gabah yang sangat rendah saat musim panen raya. Anjloknya harga gabah saat panen raya itu tidak bisa memotivasi anak-anak muda atau anak petani untuk meneruskan kiprah orang tuanya menjadi petani. Karena melihat bapaknya kepanasan, capai tapi ketika panen harga gabahnya jeblok.

“Jika kami terpilih harga gabah harus diselamatkan. Mekanismenya harus ada, Pemkab harus hadir. BUMD diberdayakan lebih bagus lagi sehingga win-win solution harga beras dipasaran tetap tidak mahal tapi harga gabahnya bisa tinggi sehingga petani makmur dan anak-anak mudanya mau kembali ke sawah. Dampaknya angka pengangguran akan turun,” tegasnya.

Ia juga mengaku miris karena Kabupaten Indramayu sebagai darah lumbung padi namun dlam tata kelola pertanian masih banyak mengandalkan tadah hujan. Belum lagi saat musim hujan kebanjiran dan saat kemarau kekeringan. “Kita optimalkan irigasi. Kalau sungai tidak sampai kita bikin sodetan bekerjasama dengan APBN, bersinergi dengan gubernur dan kementerian terkait,” beber dia.

Lucky juga berjanji akan mewujudkan birokrasi bersih, ASN harus bekerja dengan nyaman. Sistem perekrutan diperbaiki dan menempatkan orang sesuai keahlian. Pihaknya bertekad akan melakukan clean goverment diantaranya tidak melakukan pungutan saat pengankatan kepala dinas.

“Kalau korupsi mau hilang pertama diawali dari diri kita dulu. Kita berkomitmen tidak ada gratifikasi tidak ada nepotisme sehingga kebawahnya enak. Kalau kami sudah tidak menerima uang pungutan maka ketika ada ASN yang menerima sesuatu kita bisa menegur dengan jelas. Tapi bagaimana kita bisa menegur kalau kita menerima setoran. Intinya, kita bersihkan dari atas dulu maka kebawah akan bersih. Kalau dibawah ditekan harus bersih sementara yang diatas tidak bersih. Sama juga bohong,” tandasnya. (Safaro/IJnews)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.