Next Post

Program UPPO Untuk Wujudkan Swasembada Daging Sapi Lokal

INDRAMAYU –

Kebutuhan daging sapi lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Indramayu.Populasi hewan ternak sapi lokal, dianggap masih belum memadai untuk memenuhi
kebutuhan lokal.

Kebutuhan daging sapi lokal saat ini banyak dipasok dari peternak dari sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono saat mengunjungi beberapa Kelompok Tani (Poktan) penerima program Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) di Kabupaten Indramayu Jawa Barat,berharap program UPPO dapat membantu pemenuhan kebutuhan daging sapi.

Meski begitu, Ono Surono meminta agar program tersebut harus fokus pada produksi dan penyebaran untuk menggunakan pupuk organik, bukan fokus pada ternak sapi.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka agenda reses anggota komisi IV DPR RI, Ono Surono di Kabupaten Indramayu. Sejumlah lokasi program UPPO diantaranya di desa Jengkok kecamatan Kertasemaya, desa Arahan Lor kecamatan Arahan, desa Lamarantarung kecamatan Cantigi, desa Kedungwungu kecamatan Krangkeng, desa Tegalsembadra kecamatan Balongan, desa Juntinyuat kecamatan Juntinyuat, desa Pegagan kecamatan Losarang, dan desa Karanganyar kecamatan Kandanghaur, dan desa Karanglayung kecamatan Sukra.

“Para kelompok tani yang menerima Program UPPO ini diharapkan fokus pada produksi pupuk organik dari kotoran Sapi, baik padat maupun cair, jangan sampai hanya fokus pada daging
sapi,” ujar Ono Surono usai melakukan kunjungan di Kecamatan Kandanghaur, Senin (25/12).

Ono menjelaskan, program UPPO diberikan semata-mata sebagai tahapan menuju suksesnya kedaulatan pangan nasional yang memanfaatkan pupuk organik, sehingga petani dapat meminimalisir biaya produksi di sektor pertanian.

Ono menegaskan, pupuk organik memang tak mudah diterima langsung secara total, namun bisa bertahap sesuai dengan kebiasaan petani dalam pengelolaannya, serta melihat kondisi tanah.

“Untuk pengelolaan secara organik murni seratus persen memang perlu tahapan, paling tidak bisa dilakukan secara semi organik,” jelasnya.

Ono menambahkan, pengelolaan lahan pertanian secara organik atau semi organik, tidak akan mengurangi hasil produksi dan kualitas padi, tentunya dengan ilmu dan cara-cara tertentu
yang sudah teruji.

“Para petani nanti bisa saling tukar pengalaman dan tukar pengetahuan bagaimana membuat pupuk organik, dan bagaimana cara menggunakannya. Semoga nantinya, petani khususnya di
Indramayu bisa lebih maju,” katanya.

Salah satu ketua kelompok tani dari desa Pegagan Kecamatan Losarang, Ruslan mengungkapkan, dalam program UPPO ini kelompoknya diminta juga untuk melakukan swadaya, sehingga meski dari pemerintah sudah dianggarkan, tapi syaratnya harus ada swadaya untuk menambah kekurangannya.

“Kami secara gotong royong membangun UPPO ini, karena memang syaratnya begitu, tapi kami siap dan sangat berterima kasih kepada pemerintah melalui pak Ono yang sudah mempercayakan
kepada kami. Insya Allah kami akan kembangkan secara maksimal,” tandasnya.(tomi indra)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News