IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Yuk Taati Larangan Mudik, APDESI: Mari Kita Putus Mata Rantai COVID-19

Yuk Taati Larangan Mudik, APDESI: Mari Kita Putus Mata Rantai COVID-19

Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Jawa Barat menyatakan dukungan terhadap kebijakan larangan mudik di Lebaran 2021. Foto/IJnews

BANDUNG – Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Jawa Barat mendukung penuh langkah kebijakan Pemprov dan Polda Jabar terkait imbauan atau larangan masyarakat Jawa Barat agar tidak mudik di tahun ini. Hal itu guna mencegah kembali merebaknya virus Corona baru atau COVID-19.

Ketua APDESI Jawa Barat, Dede Kusdinar, mengatakan, Ramadhan tahun ini adalah bulan suci kedua di tengah pandemi virus Corona baru. Masyarakat pun harus tetap mencegah penyebaran virus ini supaya tidak lebih meluas lagi.

“Untuk itu, sejak jauh-jauh hari pemerintah telah memutuskan untuk melarang mudik pada Lebaran kali ini,” katanya di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Kamis (29/4/2021).

Dia menuturkan, keputusan ini diambil melalui berbagai macam pertimbangan. Karena berdasarkan pengalaman tahun lalu, terjadi tren kenaikan kasus setelah empat kali libur panjang.

Seperti diketahui, pertama, saat libur Idul Fitri tahun lalu, terjadi kenaikan kasus harian hingga 93%. Sedangkan tingkat kematian mingguan naik mencapai 66%.

Kenaikan kasus COVID-19 yang kedua terjadi saat libur panjang pada 20-23 Agustus 2020. Saat itu terjadi lonjakan hingga 119% dan tingkat kematian mingguan naik 57%.

Ketiga, terjadi saat libur panjang pada 28 Oktober-1 November 2020. Ini menyebabkan terjadinya kenaikan kasus COVID-19 hingga 95% dan tingkat kematian mingguan meroket 75%.

Terakhir atau yang keempat, terjadi kenaikan saat libur di akhir tahun, 24 Desember 2020-3 Januari 2021. Libur panjang tersebut mengakibatkan kenaikan jumlah kasus harian 78% dan laju kematian mingguan 46%.

Pertimbangan lainnya adalah semua pihak harus menjaga tren menurunnya kasus aktif di Indonesia dalam dua bulan terakhir. Yakni, menurun dari 176.672 kasus pada 5 Februari 2021 dan 15 April 2021 menjadi 108.032 kasus.

“Penambahan kasus harian juga sudah relatif menurun. Kita pernah mengalami 14-15 ribu kasus per hari pada bulan Januari 2021, tapi kini berada di kisaran 4-6 ribu kasus per hari,” ungkap Dede Kusdinar.

Menurut data, lanjut Dede, tren kesembuhan pun terus mengalami peningkatan. Bila pada 1 Maret 2021 sebanyak 1.151.915 orang yang sembuh atau 85,88% dari total kasus, maka per 28 April 2021 meningkat menjadi 1.438.254 pasien sembuh atau mencapai 90,5% sembuh dari total kasus.

“Oleh karena itu, kita harus betul-betul menjaga bersama momentum yang sangat baik. Untuk itu, pada Lebaran kali ini pemerintah memutuskan melarang mudik bagi ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, karyawan swasta, dan seluruh masyarakat,” tandasnya. “Bapak, ibu, dan saudara-saudara yang saya hormati, saya mengerti kita semuanya pasti rindu sanak saudara di saat-saat seperti ini, apalagi di Lebaran nanti.”

Pihaknya mengajak tetap mengutamakan keselamatan bersama dengan tidak mudik ke kampung halaman. “Mari kita isi Ramadhan dengan ikhtiar memutus rantai penularan wabah demi keselamatan seluruh sanak saudara kita dan juga diri kita sendiri,” ajaknya.

“Saya selaku ketua APDESI Jawa Barat mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga Allah SWT meridhoi kita dan memberkahi bangsa Indonesia,” pungkasnya. (IJnews)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.