IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Bahayakan Astronot, Rusia Mau Bangun Stasiun Luar Angkasa Pengganti Stasiun ISS

Bahayakan Astronot, Rusia Mau Bangun Stasiun Luar Angkasa Pengganti Stasiun ISS

Tampak Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang sudah mengorbit sejak tahun 1998. Foto: NASA

MOSKOW – Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) diluncurkan ke orbit Bumi yang rendah pada 1998. Mengingat usianya yang uzur, Badan Antariksa Rusia kemungkinan akan menarik diri dari stasiun tersebut dalam empat tahun ke depan.

“Kemitraan 23 tahun antara Amerika Serikat dan Rusia yang mempertahankan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) di orbit bisa segera berakhir,” kata pejabat Rusia, seperti dikutip Space.com, pekan ini.

Yury Borisov, Wakil Perdana Menteri Rusia, dalam pertemuan pemerintahannya, dilaporkan mengatakan, negara tersebut mungkin menarik diri dari ISS pada 2025. Borisov mengutip kondisi stasiun luar angkasa yang memburuk -yang diluncurkan pada 1998 oleh NASA dan badan antariksa Rusia Roscosmos.

“Kami tidak bisa mempertaruhkan nyawa (para kosmonot kami) Struktur dan logam (semakin) tua, (dan) dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak dapat diubah – menjadi bencana,” kata Borisov seperti diberitakan BBC.

Sementara itu, pejabat Roscosmos mengumumkan bahwa pekerjaan telah dimulai di stasiun luar angkasa nasional. Ini akan berfungsi sebagai penerus Stasiun Salyut dan Mir milik mereka yang diluncurkan ke orbit rendah Bumi pada tahun 1970-an dan 1980-an.

Dmitry Rogozin, Kepala Roscosmos, mem-posting video ke aplikasi perpesanan Telegram yang mengatakan, “Modul inti pertama dari stasiun orbital Rusia yang baru sedang dalam pengerjaan dan dapat selesai pada 2025.”

Rogozin menambahkan, Rusia tidak akan berangkat dari ISS sampai stasiun baru yang potensial itu selesai. Namun, bahkan dengan pemberitahuan yang cukup, potensi kepergian Rusia dapat membuat beban berat bagi NASA dan badan-badan lain yang bergantung pada ISS.

“Mitra ISS akan sangat kesulitan menjaga stasiun tetap berfungsi tanpa Rusia,” kata Vitaly Egorov, pengamat industri dan mantan juru bicara Dauria Aerospace Rusia, kepada majalah Science.

“Layanan kargo dan kru yang disediakan oleh SpaceX berpotensi membantu mengisi celah yang ditinggalkan oleh Roscosmos,” sebut majalah tersebut. (IJ news)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.