Next Post
bjb okt 2

Angka Kematian Akibat COVID-19 di Rumah Sakit Kota Cirebon Didominasi Warga Daerah Tetangga

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto. (Indramayujeh/Juan)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto. (Indramayujeh/Juan)

CIREBON – Angka kematian akibat COVID-19 di sejumlah rumah sakit (RS) di Kota Cirebon didominasi oleh warga dari daerah tetangga. Demikian kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto.

Jumlah pasien dan angka kematian akibat COVID-19 di Kota Cirebon hingga kini masih tinggi. Hal ini membuat Kota Cirebon menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang menerapkan PPKM Level 4 yang kembali diperpanjang hingga 2 Agustus 2021 mendatang.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cirebon, tingkat keterisian RS, baik pemerintah maupun swasta, juga angka kematian masih tinggi yakni dalam 1 minggu jumlah kematian lebih dari 5 per 100 ribu penduduk.

Sedangkan Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati (RSDGJ) Cirebon dalam 1 hari pernah mengalami angka kematian sebanyak 15 jiwa. Di sisi lain, diketahui tingkat keterisian dan jumlah kematian akibat COVID-19 di Kota Cirebon didominasi pasien atau warga luar Kota Cirebon.

“Angka kematian dan BOR di RS masih tinggi, sedangkan jumlah kematian dan pasien di RSDGJ sebanyak 66 persen berasal dari warga Kabupaten Cirebon dan daerah lainnya yang ada di sekitar,” kata Edy, Senin (26/7/2021).

Edy melanjutkan, ruang perawatan yang disediakan di salah satu hotel di Jalan Siliwangi pun dihuni oleh warga luar Kota Cirebon sebanyak 300 orang.

Ia mengakui RSDGJ Cirebon merupakan rumah sakit rujukan dari Wilayah 3 Cirebon mencakup Kota/Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka dan Indramayu. Termasuk fasilitas kesehatan lainnya yang disediakan untuk penanganan COVID-19, sehingga ini menjadi hal yang lumrah.

“Karena kan itu rujukan regional harus menerima, tidak bisa ditolak,” ujarnya.

Ia meminta, masyarakat dan juga pihak lainnya tidak perlu merisaukan status atau label penyebaran COVID-19, karena pihaknya terus fokus pada upaya menekan angka kasus baru dan meningkatkan angka kesembuhan.

“Intinya jangan takut leveling mau 1, 2, 3, 4, itu tidak penting. Karena kami terus berupaya mengimpelentasikan prinsip menurunkan angka kasus COVID-19 yakni melalui testing, tracing, isolating juga treatment,” pungkasnya. (*)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News