Next Post
bjb okt 2

Capaian Vaksinasi Rendah, Majalengka Kembali Terapkan PPKM Level 3

Bupati Majalengka, Karna Sobahi.
Bupati Majalengka, Karna Sobahi.

MAJALENGKA – Level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kembali naik ke level 3, dari sebelumnya level 2.

Pernyataan tersebut tertuang dalam Inmendagri nomor 47 tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2, dan 1 COVID-19 di wilayah Jawa dan Bali.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi menjelaskan, penilaian PPKM kali ini bukan soal banyak atau sedikitnya kasus terkonfirmasi COVID-19, akan tetapi ditentukan capaian vaksinasi di setiap daerah.

“Jadi penentuan level PPKM itu penilaiannya bukan dari ukuran terkonfirmasi. Penentuan level itu (sekarang) diarahkan kepada target vaksinasi,” kata Karna, Jumat (8/10/2021).

“Yang meninggal (akibat COVID) di kita sudah tidak ada, yang terkonfirmasi cuma 1 atau 2 orang. Masalah vaksin yang jadi persoalan kita,” jelasnya.

Karenanya, kata Karna, dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat yang berada pada level 2 hanya daerah-daerah kecil saja. Sebab, menurutnya cakupan target vaksinasi di wilayah tersebut terbilang lebih sedikit.

“Ya, makanya hanya ada 3 kabupaten/kota di Jawa Barat yang berada pada level 2. Kota Cirebon, kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran, yang (wilayahnya) kecil-kecil aja kan,” ujarnya.

Meski begitu, Karna mengatakan, rendahnya capaian vaksinasi di Majalengka disebabkan karena masalah dropping vaksin dari pemerintah pusat yang sedikit.

“Rata-rata di 24 kabupaten/kota (yang saat ini level 3) masih mencapai 28 persen. Kesulitan (memenuhi target sasaran) bukan masalah vaksinator, bukan masalah anggaran dari pemda, bukan masalah fasilitasi, bukan juga masalah personel, tapi masalah dropping vaksinnya,” bebernya.

“Stok vaksin yang di kirim ke kita (Majalengka) itu bisa memenuhi untuk di Cirebon, Banjar, dan Pangandaran,” sambungnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan Majalengka, Agus Susanto menyampaikan, sampai saat ini cakupan vaksinasi di Kabupaten Majalengka baru mencapai 42,92 persen.

“Perinciannya, 27,92 persen dosis pertama, 14,81 persen dosis kedua dan dosis ketiga baru 0,19 persen,” katanya. (*)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News