Next Post
bjb digi 22

Direlokasi ke Pasar Lawas, PKL Alun-alun Majalengka Keluhkan Sarana

20190820_PKL alun Alum Majalengka

MAJALENGKA

Sebanyak 145 pedagang kali lima (PKL) di kawasam Alun-alun Majalengka direlokasi ke lapangan Pasar Lawas. Namun PKL masih bingung karena tempat relokasi yang dinilai tidak layak karena belum adanya sarana dan prasarana.

sebagian besar pedagang menilai, jika pemindahan yang disebabkan akan dibangunnya alun-alun menjadi bola liar di kalangan pedagang. Ada yang beranggapan pemindahan tersebut ditunggangi kepentingan segelintir orang.

Asisten Pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kabupaten Majalengka, Abdul Gani mengatakan, pemindahan tersebut bukan keputusan sepihak. Namun atas aspirasi para pedagang yang dihimpun lewat rapat-rapat dengn pengurus/paguyuban pedagang Alun-alun.

“Rapat itu sudah digelar berkali-kali, bahkan atas permintaan pedagang melalui surat,” ujar Abdul Gani.

Gani juga mengungkapkan, para pedagang juga memahami jika berjualan di sekitar alun yang memang melanggar Perda. Sehingga mereka sangat antusias untuk dipindahkan ke tempat yang memang diperuntukan untuk berjualan. Maka dari itu, pemerintah berupaya untuk memfasilitasi PKL karena bagaimanapun juga para pedagang merupakan motor bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Malengka.

Di sisi lain, salah seorang pedagang menyayangkan rencana relokasi tersebut. karena lokasi yang direkomendasikan pemerintah untuk menjadi tempat relokasi belum ada fasilitas seperti air dan listrik, serta gestur tanahnya yang berdebu.

“Kami tidak mempermasalahkan mau dipindahkan kemana, namun kami berharap lokasi baru itu di tata terlebih dahulu supaya layak untuk dipakai bnerjualan,” ungkap salah seorang pedagang camilan yang enggan disebutkan namanya.

Sisamping itu, Bendahara paguyuban Pedagang Kaki Lima Majalengka (Panglima) Yaya Karyadi menjelaskan. Pihak pengurus Panglima sudah mensosialisasikan tentang relokasi ke lapangan pasar lawas. Namun masih ada saja beberapa pedagang yang tidak mengindahkan hal tersebut.

“Mereka bilang tanggung, padahal di tempat baru para pedagang sudah diberi kavling untuk berjualan,” ujarnya.

Masih dikatakan Yaya, pedagang yang terdaftar di Panglima ada 145. Dan semuanya sudah diberikan kavling di tempat baru dengan cara diundi.

“Para pedagang sebagian sudah ada yang pindah, dan ada juga yang mencari tempat baru,” sebutnya. (Oki)

 

 

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News