Next Post
WhatsApp Image 2022-09-03 at 12.54.07 (1)

Dukung Kebaya Goes To UNESCO, Tim Pinkers Tampil di Peringatan HUT ke-77 RI Tingkat Kabupaten Indramayu

IMG-20220819-WA0007

 

INDRAMAYU 

Peringatan HUT ke-77 RI Tingkat Kabupaten Indramayu yang dilangsungkan di halaman Pendopo Indramayu pada Rabu (17/8/2022) memang penuh dengan kemeriahan.

Setelah upacara pengibaran Bendera Merah Putih oleh Paskibraka Kabupaten Indramayu, Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar berkesempatan menyaksikan persembahan senam kreasi dari pemenang Gebyar Lomba Senam Berkebaya yang telah digelar sebelumnya.

Pemenang kategori Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) kecamatan diraih oleh TP PKK Kecamatan Cantigi. Sementara untuk kategori Darma Wanita Perangkat Daerah dan organisasi lainnya diraih oleh Bhayangkari Kabupaten Indramayu dengan “Tim Pinkers Dermayu”-nya. Tim Pinkers Dermayu juga menyabet pemenang untuk kategori Busana Terbaik.

Dalam rangka mendukung upaya pemerintah pusat mendaftarkan Kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) asal Indonesia ke UNESCO, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu tengah gencar memasyarakatkan kebaya. Salah satunya dengan memadukan kebaya dengan senam.

Tim Pinkers Dermayu bersama Tim TP PKK Kecamatan Cantigi tampil enerjik, indah, dan menawan dihadapan Bupati Indramayu Nina Agustina. Penampilan mereka juga sangat memukau segenap tamu undangan yang hadir.

Tampil dengan mengenakan Kebaya putih berbalut selendang warna merah dan bawahan batik khas Indramayu, TP PKK Kecamatan Cantigi tampil enerjik membawakan Senam Kesegaran Jasmani, Senam Cinta Tanah Air, dan Senam Sekoper Cinta.

Berbarengan dengan TP PKK Kecamatan Cantigi, Tim Pinkers Dermayu Bhayangkari Indramayu tampak anggun mengenakan busana adat Ngarot. Dengan mengenakan Kebaya merah dengan selendang putih bertuliskan Pinkers Dermayu, dipadupadankan dengan bawahan kain batik Khas Indramayu, serta hiasan bunga khas adat Ngarot diatas kepala, Tim Pinkers Dermayu tampil memukau.

Bupati Indramayu Nina Agustina menyatakan harapannya agar upaya pemerintah memperoleh hasil dengen ditetapkannya Kebaya sebagai WBTB asal Indonesia oleh UNESCO. Selain itu dengan memasyarakatkan senam, diharapkan kesehatan dan kebugaran warga dapat meningkat.

“Semoga Kebaya dapat ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya asli Indonesia, dan dengan senam secara rutin, kesehatan dan kebugaran warga meningkat demi mewujudkan Indramayu Bermartabat,” pungkas Nina. (Bakrudin/IJ News)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News