Next Post

Kapolda Jabar: Herd Immunity Tercapai jika 37 Juta Penduduk Telah Divaksin

Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri saat monitoring vaksinasi santri di Pondok Pesantren Salsabila MAN 2 Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. (Andri)
Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri saat monitoring vaksinasi santri di Pondok Pesantren Salsabila MAN 2 Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. (Andri)

KUNINGAN – Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri menyebut, herd immunity dapat tercapai apabila 37 juta penduduk di Provinsi Jawa Barat sudah menjalani vaksinasi Corona. Adapun sekarang jumlah warga yang sudah divaksin baru mencapai 12 juta orang, dari total 57 juta penduduk di Jawa Barat.

“Kita tahu bahwa jumlah penduduk Jawa Barat ini paling besar se-Indonesia, hampir 57 juta penduduk. Jadi untuk mencapai herd immunity kurang lebih 37 juta, sekarang baru 12 juta, masih kurang lebih 25 juta lagi yang harus divaksin,” kata Kapolda Irjen Ahmad Dofiri saat monitoring vaksinasi santri di Pondok Pesantren Salsabila MAN 2 Kuningan, Senin (23/8/2021).

Menurutnya, target herd immunity di Jabar dapat tercapai pada 31 Desember 2021, jika jumlah warga yang divaksin mencapai 400 ribu orang sehari. Angka ini bisa terealiasasi, apabila setiap puskesmas mengadakan vaksinasi sebanyak 200-300 orang dalam satu hari.

“Kalau dari rapat dengan Satgas COVID-19 Provinsi, Pak Gubernur menyampaikan kalau di Jawa Barat ini sampai 31 Desember, maka sehari harus disuntikan lebih dari 400 ribu. Sekarang kita lihat tulang punggung vaksinasi itu kan di Puskesmas, kurang lebih di Jawa Barat jumlahnya ada 1.038 puskesmas. Kalau seadainya satu puskesmas bisa 200 sampai 300 orang sehari maka jumlahnya hampir 300.000 orang, belum lagi yang lain sentra–sentra vaksinasi, klinik dan rumah sakit, jadi InsyaAllah itu bisa tercapai,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, apabila nanti puskesmas sudah mulai berjalan untuk vaksinasi massal, maka targetnya yakni 200-300 orang. Hanya pelaksanaan vaksinasi dapat dilaksanakan di tempat luas seperti aula kantor desa ataupun kelurahan.

“Sehingga kerumunan itu tidak akan terjadi. Kita pengalaman di Bandung, pernah sampai 6.000 bahkan 9.000 orang di satu tempat, hanya itu tadi kerumunan tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Karenanya, Ia menekankan, apabila vaksinasi massal kini ditargetkan dalam satu tempat maksimal hanya 2.500 sampai 3.000 orang. Sebab biasanya, warga yang sudah diberitahukan agar datang sesuai dengan jadwal vaksinasi, kadang berdatangan di waktu yang sama sehingga menimbulkan kerumunan.

“Jadi kita himbau agar datangnya nanti jam 9, jam 10 atau jam 11, tapi tetap saja datangnya itu sehabis Subuh, ini kan repotnya. Kita senangnya itu antusias, namun khawatirnya begitu jangan sampai ada kerumunan. Jadi pengalaman-pengalaman ini kedepan, harus bisa menjadikan kita lebih baik lagi,” pungkasnya. (*)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News