Next Post
bjb Amazing SurePrize Media Online_Media Online 970x90px

Kota Cirebon Terapkan PPKM Level 4, Apa Bedanya?

Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi. (Indramayujeh/Juan)
Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi. (Indramayujeh/Juan)

CIREBON – Kota Cirebon masuk salah satu daerah yang melaksanakan atau menerapkan PPKM Darurat level 4. Banyak yang bertanya apa bedanya PPKM level 1, 2, 3 dan 4 dengan PPKM Darurat yang sebelumnya diberlakukan di banyak daerah termasuk Kota Cirebon?

Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengatakan, dalam implementasinya tak ada perbedaan signifikan antara PPKM Darurat yang sebelumnya diberlakukan pada 3-20 Juli 2021 denga PPKM yang diterapkan mulai 21 Juli sampai 25 Juli mendatang, meski Kota Cirebon masuk kategori level 4.

Agus menyatakan, baik PPKM Darurat maupun PPKM Level 4 keduanya memiliki aturan yang tidak jauh berbeda bahkan hampir sama.

Di antaraya adalah penutupan dan penyekatan di beberapa titik tetap dilakukan dan persyaratan bagi masyarakat yang hendak masuk maupun keluar Kota Cirebon masih sama.

“Yang kita lakukan saat PPKM Darurat dengan PPKM Level 4 regulasinya masih sama. Perbedaannya ada pada regulasi antara PPKM Level 3 dan Level 4,” katanya, Kamis (22/7/2021).

Dengan dijalankannya PPKM Level 4, pihaknya memastikan akan terus melaksanakan upaya pengendalian penyebaran COVID-19 seperti saat PPKM Darurat. Selain itu pihaknya juga melakukan evaluasi jumlah kasus COVID-19 dari mulai cara penyebarannya hingga pencegahannya.

“Secara kurva yang terkonfirmasinya masih tinggi, tapi angka kesembuhannya juga meningkat cukup baik. Kenapa meningkat, karena testing kita tertinggi di Jawa Barat yakni capaiannya rata-rata 153 persen dari target harian yang ditentukan Kemendagri,” terangnya.

Dalam PPKM Level 4 ini pihaknya menambah sarana di sejumlah fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit. Di antaranya menambah jumlah kapasitas ruang perawatan pasien COVID-19 dengan kembali mengatifkan hotel yang dahulu digunakan untuk keperluan yang sama.

“Dalam 5 hari ke depan kami menargetkan jumlah kasus COVID-19 menurun. Isolasi mandiri terpusat kita tambah termasuk mengatifkan hotel Langensari di Jalan Siliwangi, mulai bulan Agustus dengan kapasitas 84 orang. Dan kami juga menyuplai logistik untuk warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah,” pungkasnya. (*)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News