Next Post
bjb Amazing SurePrize Media Online_Media Online 970x90px

Pengelola dan Pedagang Pantai Bali Indramayu ‘Menjerit’, Berharap Mendapat Kelonggaran

INDRAMAYU – Pantai Balongan Indah (Bali) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, merupakan salah satu pantai yang tersohor. Pantai Bali Indramayu menjadi primadona destinasi sebelum pandemi COVID-19.

Kini, semenjak pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Pantai Bali Indramayu, tutup total. Imbasnya, Pantai Bali Indramayu pun sepi. Pedagang di Pantai Bali Indramayu menjerit.

Pantai Bali Indramayu bisa dibilang salah satu wisata ramah anak dan jadi destinasi wisata keluarga yang menjadi pilihan saat libur panjang. Sensasi pantai utara tentu berbeda dengan pantai selatan.

Warna pasir pantura coklat dan gelombang air laut tak sebesar selatan. Pengelola juga menyediakan segala fasilitas, seperti taman bermain anak, spot swafoto, keliling pantai dengan perahu nelayan, dan lainnya.

Pengelola Pantai Balongan Indramayu, Akso Surya Darmawangsa mengaku, telah berbenah selama PPKM darurat hingga berlevel. Pengelola dan pedagang Pantai Bali Indramayu sempat melaksanakan aksi bersih-bersih.

Sejumlah sarana pun telah disiapkan untuk menyambut kembali kunjungan wisata, jika pemerintah telah melonggarkan aktivitas wisata ke depannya. Sekadar diketahui, saat ini pemerintah masih menerapkan PPKM hingga 9 Agustus mendatang.

“Kalau memang nanti dilanjut lagi (PPKM), ya kami harapannya ada kelonggaran. Karena di Pantai Bali ini ada 20 PKL, dan tujuh pedagang yang tidak memiliki kios,” kata Akso, Minggu (8/8/2021).

“Kalau bisa dilonggarkan seluas-luasnya. Tentunya agar PKL dan pelaku wisata lainnya bisa menghidupi keluarganya. Selama ini mereka menggantungkan hidup dari wisata,” kata Akso menambahkan.

Akso mengaku, kelimpungan untuk membiayai pengelola Pantai Bali Indramayu semenjak pandemi. Uang kas pengelolaan pantai telah terkuras. Di sisi lain, lanjut Akso, banyak pedagang pantai yang mengajukan pinjaman modal untuk menghidupi keluarganya. Namun, Akso mengaku tak bisa berbuat banyak.

“Banyak yang ingin pinjam modal kalau pantai dibuka lagi. Kas kita sendiri minus Rp 50 juta, itu bulan kemarin. Sekarang sudah tidak bisa ambil pinjaman lagi,” kata Akso.

Pengelola dan pedagang hanya menggantungkan harapan untuk kelanjutan hidupnya pada keputusan pemerintah. “Kami hanya bisa bertahan sebulan lagi. Kalau nanti wisata tetap tutup,” pungkasnya.(*)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News