Next Post
bjb Amazing SurePrize Media Online_Media Online 970x90px

Sudah Kembali Dibuka, Objek Wisata Terasering Panyaweuyan Masih Sepi

Objek wisata Terasering Panyaweuyan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat kembali dikunjungi wisatawan. (Erick)
Objek wisata Terasering Panyaweuyan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat kembali dikunjungi wisatawan. (Erick)

MAJALENGKA – Saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Kabupaten Majalengka, objek wisata Terasering Panyaweuyan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat kembali dikunjungi wisatawan.

Tak hanya wisatawan lokal, terpantau, plat nomor kendaraan dari luar daerah juga banyak ditemui di wisata ini.

Meski begitu, pengelola objek wisata Terasering Panyaweuyan, Mulyadi mengaku, animo pengunjung masih sepi dibandingkan sebelumnya PPKM.

“Lebih ramai sebelum PPKM, bahkan pas di tutup tuh suka rame aja yang main di depan, tapi sekarang udah di buka mah sepi belum ramai,” ujarnya, Minggu (29/8/2021).

Dikatakan Mulyadi, sepinya pengunjung disebabkan kekhawatiran wisatawan ditanya sertifikat vaksin sebagai syarat masuk wisata.

“Kebanyakan pengunjung takut di tanyain kartu vaksin, sampai pesan di Instagram juga banyak pertanyaan yang sama,” katanya.

Sementara, Mulyadi mengatakan pihaknya mulai membuka wisata tersebut sejak 26 Agustus 2021. Hal itu seiring setelah diizinkannya oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Majalengka.

“Setelah membuat fakta integritas agar mengikuti anjuran pemerintah, Alhamdulillah kita memenuhi syarat-syaratnya sehingga diizinkan untuk buka,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, Diding Solehudin melalui Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata, Adhy Setya Putra mengatakan, semua tempat wisata di Majalengka saat ini sudah diberi kelonggaran.

Namun, menurut Adhy, kelonggaran tersebut dalam artian tidak dibuka secara total melainkan hanya dibuka 25 persen untuk pengunjung.

“Kalau menurut Inmendagri dan SE Bupati, level 2 ini ada kelonggaran untuk aktivitas wisata, itu hanya 25 persen dan syaratnya prokes harus diperketat,” ujar Adhy.

Untuk menghindari kenaikan level lagi, pihaknya akan membuat komitmen dengan para pengelola wisata agar mereka lebih memperhatikan protokol kesehatan pengunjung.

“Khawatirnya abai, yang pada akhirnya objek wisata ditutup lagi. Sehingga kita membuat semacam fakta integritas kepada temen-temen pengelola. Ya minimalnya mereka berkomitmen siap menyiapkan alat cuci tangan, disinfektan, masker,” tuturnya. (*)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News