Next Post
bjb Amazing SurePrize Media Online_Media Online 970x90px

Terasering Panyaweuyan Ramai Didatangi Wisatwan setelah Majalengka Terapkan PPKM Level 2

IMG_20210926_Terasering Panyaweuyan Majalengka (2)

MAJALENGKA – Sempat sepi pengunjung akibat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) objek wisata Terasering Panyaweuyan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kini mulai ramai dikunjungi wisatawan.

Hal itu seiring kembali dibukanya seluruh objek wisata setelah Majalengka ditetapkan sebagai daerah yang menerapkan PPKM level 2 pada 23 Agustus 2021 lalu.

Pengelola objek wisata Terasering Panyaweuyan, Mulyadi mengaku, animo pengunjung saat ini sudah meningkat sekitar 20 persen dibandingkan awal-awal diterapkannya kebijakan PPKM level 2.

“Awal dibuka mah masih sepi, walaupun weekend juga. Tapi sekarang mah Alhamdulillah udah ada sekitar 400 pengunjung yang kita data hari ini seharian full,” ujar pria yang akrab disapa Mangku, Minggu (26/9/2021).

Pantauan di lapangan, sebelum memasuki objek wisata tersebut, pengunjung dicek suhu tubuh terlebih dahulu. Dan, sejumlah alat protokol kesehatan pun digunakan di wisata itu, seperti thermogun.

“Sebelum masuk (Panyaweuyan) kami cek suhu tubuh para pengunjung dulu, terus pas di pintu masuk juga kami siapkan tempat cuci tangan berikut dengan sabunnya. Selain itu ada masker gratis juga buat pengunjung yang mau naik tapi tidak pakai masker, kalau disuruh balik lagi mah kasian jadi mending kita sediakan secara cuma-cuma saja disini,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, pengunjung mulai terbilang ramai pada pekan lalu. Namun, menurut Mulyadi ramainya wisatawan yang datang hanya pada hari-hari tertentu.

“Awal pemerintah membuka lagi seluruh objek wisata mah masih sepi, mulai ramainya itu dari 19 September kemarin. Tapi hari-hari biasa Senin sampai Jumat sama saja sepi, paling 70 tiket yang keluar, hanya hari Sabtu dan Minggu doang yang ramai,” katanya.

Walaupun objek wisata sudah dilonggarkan, namun antusiasme pengunjung masih kurang dibandingkan dengan sebelum diterapkannya kebijakan PPKM. “Ya lebih ramai sebelum PPKM atuh kang, ada sekitar 30 persen mah pengurangan pengunjungnya,” tuturnya.

Meski begitu, Mulyadi mengatakan, penyebab kurangnya antusias pengunjung bukan hanya karena PPKM saja yang menjadi kambing hitam, melainkan faktor alam sekitaran Panyaweuyan menjadi alasan masih sepinya pengunjung.

“Biasanya pengunjung tuh kepinginnya Panyaweuyan yang pas lagi hijau, karena mayoritas pengunjung kesini tuh yang diincarnya view, kami optimis bulan Desember mah mulai ramai karena disini alamnya sudah mulai hijau,” pungkasnya. (*)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News