Next Post
bjb digi 22

Tiga Desa Mulai Kesulitan Air Bersih

1-1-air

KUNINGAN –

Sebanyak tiga desa di wilayah Kuningan timur kini mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Warga desa terpaksa meminta bantuan pengiriman air bersih ke PDAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan.

Ketiga desa itu diantaranya Desa Simpayjaya dan Desa Cihanjaro di Kecamatan Karangkancana, serta Desa Kawungsari di Kecamatan Cibingbin. Warga desa telah mengalami kesulitan air bersih sejak dua pekan ini.

Setiap hari, PDAM Tirta Kamuning mengirim air bersih ke sejumlah lokasi kekeringan sebanyak enam mobil tangki air. Pengiriman itu dilakukan, setelah sebelumnya mendapat permintaan dari pemerintah desa agar dibantu air bersih.

“Memang pengiriman ke Desa Simpayjaya Kecamatan Karangkancana dan sekitarnya, itu merupakan suatu bantuan sosial dari PDAM. Sebab warga disana bukan pelanggan PDAM, sesuai dengan permintaan warga maka kami kirim tangki air bersih kesana,” kata Direktur PDAM Tirta Kamuning Kuningan, H Deni Erlanda SE MSi melalui Kadiv Pelayanan dan Pemasaran, Anto Riyanto kepada awak media, Rabu (31/7).

Pihaknya mengaku, pengiriman air bersih itu dilakukan akibat warga di tiga desa itu tengah kekeringan dan kesulitan air bersih. Bahkan pengiriman tangki air ini sudah berlangsung sejak dua pekan lalu, khususnya di Desa Simpayjaya.

“Setiap hari kita kirim sebanyak dua tangki air bersih bagi warga Desa Simpayjaya. Distribusi air bersih ini sudah berjalan sekitar dua mingguan lah,” ujarnya.

Sebelumnya, pihaknya menerima permintaan dari pemerintah desa setempat, agar dapat dikirim air bersih untuk warga. Saat itu pun, petugas ledeng langsung meninjau lokasi desa apakah betul-betul terjadi kekurangan air bersih atau tidak.

“Nah saat itu kita cek lokasi, memang kondisinya sudah mulai kekurangan air. Kemudian kita meminta mereka menyediakan satu penampungan air, artinya untuk mempercepat penyaluran air, kalau melalui ember-ember nanti lebih lama lagi,” ungkapnya.

Salah seorang warga Desa Cihanjaro, Dartam mengaku, sejak tiga bulan ini sumur-sumur warga dalam kondisi kering. Sebab kemarau yang terjadi tahun ini cukup panjang.

“Kalau sumur-sumur di rumah kami udah kering, jadi kebutuhan air bersih mengambil dari bak penampungan. Kami juga harus antri kalau mau ambil air di bak penampungan, pas banyak antrian itu waktu subuh karena untuk mandi anak-anak ke sekolah,” singkatnya. (Andry)

<div id=”7edccc661418aeb5761dbcdc06ad490c”></div>
<script async src=”https://click.advertnative.com/loading/?handle=2667″ ></script>

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News