Next Post
WhatsApp Image 2021-07-28 at 07.44.02

Tokoh Senior Golkar Indramayu Angkat Bicara soal Kekalahan Daniel Mutaqien-Taufik Hidayat

Daniel Muttaqien (kiri).
Daniel Muttaqien (kiri).

 

INDRAMAYU –

Paslon petahana di Pilbup Indramayu Daniel Mutaqien Syafiuddin dan Taufik Hidayat tumbang dalam perhitungan suara sementara KPU. Paslon yang diusung Partai Golkar itu berada di urutan kedua.

Kondisi tersebut membuat politikus senior Partai Golkar di Indramayu bereaksi. Mereka terpukul atas kekalahan tersebut. Kendati saat ini perhitungan suara masih berlangsung.

Tokoh Senior Partai Golkar Indramayu, Djahidin mengungkapkan, kekalahan paslon yang diusung Partai Golkar pada Pilkada serentak kemarin, disebabkan oleh beberapa faktor yang tidak disadari oleh para elite, baik pusat maupun daerah.

Sebagai mantan Ketua DPD Partai Golkar Indramayu era pemilu reformasi, para elite dan kader partai telah mengabaikan program three sukses peninggalan masa lalu, yakni sukses konsolidasi, sukses pemilu dan sukses pembangunan. Sekadar diketahui, internal Golkar pecah. Sehingga konsolidasi tak berjalan normal.

“Three sukses itu konsolidasi dulu, internal partai dikuatkan, baru hadapi pemilu. Nah, sekarang apa yang dilakukan ketika kedua program sukses tidak tercapai, tidak akan mampu menjalankan three sukses pembangunan sebagai strategi partai Golkar sejak dulu,” kata Djahidin dalam keterangan yang diterima indramayujeh.com, Jumat (11/12/2020).

Djahidin menerangkan, dalam kondisi Indonesia terpuruk pada masa peralihan Orde Baru ke orde Reformasi. Namun, Partai Golkar Indramayu tetap solid pada Pemilu 1999. Alhasil, partai berlambang beringin ini mampu meraih 10 kursi saat Pemilu 1999. Saat itu Golkar mengusung kampanye “Golkar Baru Bersatu Untuk Maju Disconection Dengan Masa Lalu”.

“Orde Baru saat itu Golkar menjadi musuh bersama tapi mampu bertahan 10 kursi,” kata mantan anggota DPR RI Era Reformasi itu.

Setelah Pemilu 1999 mampu bertahan, periode berikutnya Golkar makin berjaya. Pada Pemilu 2004, lewat Ketua DPD Partai Golkar yang sama (Djahidin red) naik 100 persen perolehan suara Partai Golkar di Kabupaten Indramayu sehingga mendapatkan 20 kursi. Pada pemilu 2009 dimana Ketua DPD Partai Golkar Indramayu, Irianto MS Syafiudin yang juga Bupati Indramayu, memperoleh 24 kursi atau kenaikan 4 kursi dari pemilu sebelumnya atau naik 20 persen.

Ia menambahkan, pada saat pemilu 2014 melalui Ketua DPD Partai Golkar Indramayu, Daniel Muttaqien, suara golkar hanya memperoleh 19 kursi atau turun lima kursi dari pemilu sebelumnya yaitu 21 persen.

Dan, pada tahun 2019, Ketua DPD Partai Golkar Indramayu Supendi, masih tetap solid memperoleh 22 kursi di parlemen. Kendati saat itu ada persoalan hukum yang menjerat Ketua DPD Partai Golkar Indramayu Supendi.

Djahidin menilai sengketa yang terjadi di partainya menjadi salah satu poin penting, hingga menyebabkan Golkar tumbang. “Kedepan mau apa ketika kondisi sekarang diaca-acak lagi. Musda yang sudah menjalankan Surat Intruksi DPP kenapa masih meneruskan ke Mahkamah Partai. Apa yang disengketakan ini, sehingga dampaknya pada Pilkada Indramayu saat ini,” kata Djahidin.

Djahidin mengaku hasil Pilkada serentak tahun ini tak sesuai harapan. Ia mengaku mendapat telepon dari Mantan Ketua Umum Akbar Tanjung tentang harapan partainya di Pilgub 2023 dan Pileg 2024 mendatang.

“Kami mengajak semua kekuatan partai, baik di daerah maupun pusat untuk bersatu kembali, dengan melegitimasi kekuatan-kekuatan simbol partai di Indramayu dalam menyongsong agenda politik berikutnya. Kalau partai tidak membuka diri, dalam arti menerima pendapat-pendapat yang sifatnya lebih demokratis di tingkat manapun, yang bicara apalagi tingkat grassroot, harusnya DPP mengukur akurasi informasi di daerah seperti PK berdasarkan fakta yang sudah jelas,” katanya.

Senada, tokoh senior Golkar Indramayu, Uryanto Hadi, meminta kepada semua pihak untuk kembali bersatu. Kekalahan pada Pilkada kemarin, disebabkan oleh kepengurusan partai sebagai alat konsolidasi terpecah. Ditambah sikap arogansi yang terus dipertontonkan kepada publik, menyebabkan pemilih grassroot partai tidak solid.

“Kami masih meyakini, Golkar Indramayu kedepan masih besar. Jika dipimpin oleh sosok yang memiliki akar rumput dan grassroot, maka saya meminta kepada semua elit, mari selamatkan Golkar di Indramayu untuk agenda politik berikutnya,” kata mantan anggota Fraksi Golkar Indramayu ini.(*)

 

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News