Next Post
bjb okt 2

Warga Kuningan di Wilayah Perbatasan Jadi Sasaran Vaksinasi

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyasar warga yang tinggal di wilayah perbatasan daerah untuk dilakukan vaksinasi corona. Adapun vaksin yang dipergunakan yakni jenis AstraZeneca.

Proses vaksinasi ini dilakukan oleh 40 relawan vaksinator dan 10 nakes dari rumah sakit di Kuningan. Pemberian AstraZeneca secara perdana menargetkan sebanyak 6.000 warga perbatasan di wilayah Pasawahan, Pancalang dan Mandirancan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Susi Lusiyanti, mengatakan, apabila program Gerebek Desa merupakan salah satu kegiatan vaksinasi massal dengan menyasar warga di perbatasan. Adapun jenis vaksin yang dipergunakan yakni AstraZeneca.

“Program Gerebek Desa merupakan program vaksinasi yang difokuskan di suatu desa hingga vaksinasi tuntas. Vaksin ini dapat memperkecil kemungkinan terjadinya gejala yang berat dan komplikasi akibat COVID-19,” jelas Susi, Minggu (6/8/2021).

Menurutnya, vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk mendorong terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok. Hal ini penting, karena ada sebagian orang yang tidak bisa divaksin karena alasan tertentu.

“Gerebek Desa kita lakukan dari pinggir dari perbatasan–perbatasan. Kemudian pelan-pelan ke tengah sampai tuntas, itu Gerebek Desa,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kuningan, dr Denny Mustafa menambahkan, pelaksanaan vaksinasi jenis AstraZeneca termasuk dalam kegiatan vaksinasi Gerebek Desa.

“Ya untuk jenis vaksin ini akan dilangsungkan dalam program vaksinasi Gerebek Desa,” tukasnya.

Dia memaparkan, Vaksinasi Gerebek Desa ini akan dilakukan masif dengan melibatkan unsur TNI, Polri, perangkat desa hingga pengurus karang taruna. Termasuk dibantu pula para tracer, relawan, media massa maupun SKPD terkait dalam sosialisasi pentingnya vaksinasi corona.

“Secara teknis, pelaksanaan vaksinasi melibatkan semua nakes yang berada di puskesmas masing-masing wilayah. Jumlah vaksinator di setiap titik pelaksanaan ada 12 orang, dibantu oleh relawan dalam penertiban administrasi atau input data,” pungkasnya. (*)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News