Next Post
bjb okt 2

Warga Terdampak Bendungan Kuningan Semringah Bakal Dikunjungi Presiden Jokowi

Warga di kawasan relokasi Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, bersiap diri menata lingkungan menyambut kedatangan Presiden Jokowi. (Indramayujeh)
Warga di kawasan relokasi Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, bersiap diri menata lingkungan menyambut kedatangan Presiden Jokowi. (Indramayujeh)

KUNINGAN – Adanya kunjungan Presiden Jokowi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, disambut antusias masyarakat. Tak terkecuali warga terdampak proyek Bendungan Kuningan yang kini tinggal di kawasan relokasi Desa Sukarapih, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan.

Sebelum dibangun bendungan, warga tersebut tinggal di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kuningan. Namun karena menjadi salah satu daerah terdampak pembangunan bendungan, akhirnya seluruh warga Desa Kawungsari direlokasi ke Desa Sukarapih.

Bahkan demi menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu, warga tampak bergotong royong membersihkan lingkungan dan memasang umbul-umbul. Mereka juga menanam rerumputan di lahan yang masih terlihat kosong.

“Iya ini persiapan menyambut orang nomor satu Pak Presiden. Kita ingin ketemu dengan Pak Presiden, foto bersama dengan yang menanam rumput,” kata salah seorang warga, Sri Oktaviani (30) di sela-sela menanam rumput di lahan kosong kawasan relokasi, Senin (30/8/2021).

Ia bersama warga lain berharap, adanya kunjungan Presiden Jokowi ke kawasan relokasi bisa menyerap sejumlah aspirasi warga. Salah satunya yakni agar bantuan-bantuan sosial dapat dibagi secara merata.

“Ya harapan saya kalau datang kesini, mau minta ke Pak Presiden agar bansos dibagi rata, PKH dibagi rata. Yang ada pada cemburu sosial, begitu,” ujarnya.

Sejauh ini, Ia mengaku, apabila tempat tinggal yang dibangun di kawasan relokasi sudah cukup nyaman. Apalagi sebelumnya tak menyangka jika area yang mulanya berupa perkebunan, sekarang sudah menjadi perumahan layaknya di kawasan perkotaan.

“Ya kita betah disini, gak menyangka tadinya kan kebun. Kita kan di pinggir kebun, gak disangka jadi perumahan seperti ini kaya mimpi,” ungkapnya.

Sekadar informasi, jumlah yang dibangun bagi warga terdampak Bendungan Kuningan ada sebanyak 444 unit. Jumlah itu terdiri dari 361 rumah untuk warga Desa Kawungsari dan 83 unit bagi warga Desa Randusari.

Adapun tipe rumah yang dibangun yakni tipe 28 deret diatas tanah 95,00 meter persegi. Relokasinya berada di Desa Sukarapih dengan luas lahan mencapai 11,00 hektare.

Selain itu, beberapa fasilitas sosial maupun fasilitas umum telah rampung dibangun. Beberapa di antaranya yakni gedung balai desa, masjid, poskesdes, gedung sekolah dasar, aula pertemuan, penyediaan listrik dan air bersih serta jalan lingkungan sepanjang 2.300 x 4 meter.(*)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News