Next Post
bjb Amazing SurePrize Media Online_Media Online 970x90px

Pemandu Wisata Keraton Kasepuhan Keluhkan Turun Drastisnya Jumlah Pengunjung

keraton cirebon

Pemandu wisata yang juga abdi dalem Keraton Kasepuhan Cirebon, Rudi Mulitno, mengeluhkan turunnya jumlah wisatawan. Foto: Frans Mokalu/IJnews

CIREBON – Puluhan pemandu wisata di Keraton Kasepuhan Cirebon mengeluhkan menurunnya jumlah pengunjung di keraton tersebut. Selama Ramadan dan Idul Fitri, pengunjung di salah satu situs bersejarah yang masih aktif dan terawat ini menurun drastis. Kondisi itu diperparah dengan adanya larangan mudik.

Biasanya, Lebaran adalah momen yang ditunggu-tunggu pemandu wisata, karena tingkat kunjungan meroket dan otomatis pendapatan pun bisa naik berkali-kali lipat. Namun kini momen yang ditunggu-tunggu itu sirna akibat pandemi COVID-19.

Salah seorang pemandu wisata yang juga abdi dalem Keraton Kasepuhan Cirebon, Rudi Mulitno, mengatakan, sebelum pandemi bisa memandu 4 hingga 5 wisatawan dalam satu hari. Jumlah itu akan bertambah ketika momen liburan dan hari raya tiba.

“Sehari bisa 4 sampai 5 orang saya pandu. Sejak pandemi, 1 hari 1 orang saja sulit,” keluhnya, Senin (17/5/2021).

Kondisi yang sama dialami sekitar 20 pemandu lainnya. Karena itu, untuk menutupi kebutuhan keluarga kini sulit dan harus pandai-pandai mengatur keuangan.

“Untuk kebutuhan sehari-hari harus irit, karena pendapatan dari memandu sangat tipis. Pengeluaran disesuaikan dengan pemasukan. Kalau hari biasa, tarifnya beda-beda bisa puluhan sampai ratusan ribu untuk sekali mandu,” sebutnya.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon, Wandi Sofyan, mengungkapkan, yang terdampak pandemi tidak hanya pariwisata. Usaha penunjang wisata ikut merasakan penurunan omzet akibat pandemi COVID-19.

“Yang terdampak berikutnya adalah para pemilik usaha, mereka banyak berharap dari kunjungan wisata di hari libur Lebaran yang justru sepi pengunjung,” ucapnya.

Dia menjelaskan, Kota Cirebon masih tergolong beruntung karena kini sudah masuk zona orange penyebaran COVID-19. Sehingga tempat wisata masih diperbolehkan beroperasi.

“Dibandingkan kota lain yang berada di Zona Merah, tempat pariwisatanya ditutup sementara,” pungkasnya. (Frans Mokalu/IJnews)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News