IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Antrian Pemohon Kartu Kuning di Disnaker Indramayu Dinilai Abaikan Protokol Kesehatan

Antrian Pemohon Kartu Kuning di Disnaker Indramayu Dinilai Abaikan Protokol Kesehatan

 

INDRAMAYU –

Pemohon AK1 atau lazim disebut kartu kuning pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu dianggap mengabaikan protocol kesehatan yang telah diterapkan petugas. Pasalnya, ratusan pemohon berjubel di loket pendaftaran dan teras kantor dinas setempat.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Pentaker), H. Johar Manun melalui Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri, Suwarno berkilah jika pihaknya tidak menerapkan protocol kesehatan corona virus disease 2019 (COVID-19).

Menurutnya, dalam memberikan pelayanan ditengah pandemi COVID-19 pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan, tempat duduk diatur dan diberi tanda silang dari lakban agar pemohon bisa jaga jarak dan memakai masker namun karena pemohon banyak akhirnya kursi di ruang tunggu diduduki pemohon termasuk yang sudah ditandai.

“Kami sering kali menegur pemohon untuk jaga jarak namun karena jumlah pemohon terus bertambah dampaknya protokol kesehatan diabaikan,” tandas dia sembari menunjukan kursi yang sudah ditandai agar dikosongkan.

Dikatakan, pemohon AK1 membludak karena bertepatan dengan telah diumumkannya kelulusan siswa SLTA. “Setiap musim kelulusan siswa SLTA, pemohon AK1/kartu kuning membludak. Ini merupakan rutinitas tahunan,” kata dia dikantornya, Selasa (02/06/2020).

Meski ini rutinitas tahunan sambungnya namun pemohon AK1 tahun ini sepertinya agak berkurang pasalnya pada hari kerja minggu pertama Idul Fitri 1441 H jumlah pemohon masih cenderung normal. Kalau tahun sebelumnya pasca libur idul fitri loket pendaftaran langsung diserbu.

“Lonjakan pemohon baru terjadi pada hari pertama kerja minggu kedua. Pemohon mencapai 276 orang. Sementara pada hari biasa pemohon berkisar antara 50 -100 an orang,” ungkap Suwarno.

Menurutnya, melihat tingginya permohonan AK1, kemungkinan para lulusan SLTA masih banyak yang memilih bekerja dari pada melanjutkan ke bangku kuliah. Pasalnya setiap musim kelulusan ribuan pencari kerja (pencaker) pemula mengajukan permohonan AK1/kartu kuning ke pihaknya karena kartu kuning sebagai salahsatu persyaratan untuk melamar kerja.

“Sasaran pekerjaan sebagian besar masih di dalam negeri seperti ke berbagai industri di Jakarta, Bekasi, Karawang, Subang dan sebagian memilih bekerja di pasar modern,” tukasnya.

Saat mengajukan permohonan AK1 kata dia, pemohon harus melengkapi beberapa persyataran, seperti fc ijazah terakhir/SKL, fc KTP/Kartu Keluarga, foto berwarna ukuran 2×3 sebanyak dua lembar, berusia minimal 18 tahun dan harus datang sendiri dan tidak diwakilkan.
“Kalau salah satu persyataan tidak terpenuhi, misal pemohon tidak datang sendiri atau umur kurang dari 18 tahun maka permohonan AK1 ditolak. Pembuatan AK1 dipastikan gratis,” tegasnya.

Ditambahkan, pada 2019 pencari kerja (AK1) di Kabupaten Indramayu mencapai 36.031 orang. Dari jumlah tersebut kalau dirinci berdasarkan tingkat pendidikan, pencaker lulusan SD mencapai 5.032 pemohon dengan perincian laki-laki berjumlah 1.575 dan perempuan 3.467, SLTP berjumlah 5.482, laki-laki berjumlah 1.982 dan perempuan 3.500 orang, SLTA sebanyak 19.701 orang dengan perincian laki-laki 10.067 pemohon dan perempuan berjumlah 9.634 orang.

Kemudian jenjang pendidikan D-III ada 2.317 orang, laki-laki sebanyak 993 pemohon dan perempuan ada 1.324 orang, D-IV sebanyak 59 pemohon, laki-laki berjumlah 24 dan perempuan 35 orang, S-1 berjumlah 3.292 orang dengan perincian pemohon laki-laki berjumlah 1.491 orang dan perempuan mencapai 1.801 dan jenjang S-2 ada 138 orang, laki-laki sebanyak 60 dan perempuan ada 78 pemohon.

“Total pencaker jenjang pendidikan SD hingga SLTA sebanyak 30.225 orang atau 84 persen dan jenjang D-III hingga S-2 mencapai 5.806 orang atau 16 persen. Sementara kalau diprosentasi berdasarkan jenis kelamin mulai dari jenjang pendidikan SD hingga S-2, laki-laki berjumlah 16.192 atau 45 persen dan perempuan berjumlah 19.839 atau 55 persen,” tambahnya. (Pro/IJnews)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.