IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Kisah Pasar Sandang Jatibarang, Beromzet Miliaran Rupiah, Tutup Karena Pandemi Virus Corona

Kisah Pasar Sandang Jatibarang, Beromzet Miliaran Rupiah, Tutup Karena Pandemi Virus Corona

INDRAMAYU –

Mulai diberhentikannya Kegiatan Pasar Sandang Jatibarang, pada Rabu (01/04/2020) oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu, ditaati oleh ratusan pedagang pasar sandang. Pada Rabu (01/04/2020) terlihat sepi dan tak ada kegiatan pasar.

Pasar Sandang Jatibarang ditutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan pasar Sandang ini guna mengantisipasi penularan virus corona.

Dilokasi, berdasarkan pantauan IJnews, Perkakas dan peralatan lapak pun tidak dibuka sama sekali.

Asep, salah satu kuli pasar mengatakan sudah tidak ada lagi pedagang yang membuka lapaknya. Pedagang mengikuti himbauan yang dianjurkan oleh pemerintah soal penutupan pasar Sandang.

Dalam surat pemberitahuan yang dikeluarkan dengan nomor 300/127/umum, 27 Maret 2020 perihal kegiatan Pasar Sandang Jatibarang wajib dihentikan untuk sementara waktu sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

“Saya ketika mau berangkat kerja, di salah satu toko dekat pasar, pasar sudah sepi tidak ada pedagang sama sekali”, ujar Ali pegawai toko.

Pedagang pasar nampaknya mengikuti himbauan yang diberlakukan guna pencegahan virus corona.

Pasar Sandang Jatibarang merupakan pasar sandang terbesar di Jawa Barat. Omzet per minggu di pasar sandang diperkirakan diatas Rp300 juta rupiah. Jika dikalkulasi per bulan angkanya mencapai miliaran rupiah. Keberadaan pasar Sandang Jatibarang, hanya kalah dengan pasar Sandang Tegalgubung Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Indramayu, E.Trisna Hendarin membenarkan pasar sandang Jatibarang akan ditutup sementara. Penutupannya terhitung 1 April 2020 bertepatan dengan aktifitas pasar Reboan.

Kenapa pasar sandang ditutup kata dia karena social distancing diabaikan dan masyarakat cenderung berkumpul dalam jumlah banyak. Alasan lainnya, mengingat keperluan sandang bukanlah kebutuhan pokok maka untuk sementara ditutup, kecuali pasar tradisional yang menjajakan kebutuhan sembako tidak akan ditutup. Kalau pasar tradisional ditutup kemana warga mau membeli sembako. “Penutupan pasar sandang Jatibarang sifatnya hanya sementara, sambil menunggu perkembangan selanjutnya,” kata dia. (Ahmad/IJ News)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.