Next Post
WhatsApp Image 2021-07-28 at 07.44.02

Diguyur Hujan dan Sudah Lapuk, Bangunan SDN 2 Cangkoak Cirebon Ambruk

SDN Ambruk Cirebon (2)

CIREBON – Bangunan ruang kelas di SDN 2 Cangkoak, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten, Cirebon, Jawa Barat, ambruk lantaran kondisi bangunan sudah lapuk. Tak ada korban dalam kejadian tersebut.

Kepala SDN 2 Cangkoak, Suhemi mengatakan, bangunan yang ambruk sebelumnya digunakan sebagai tempat kegiatan belajar bagi murid kelas IV. Namun, Suhemi mengaku, pihak sekolah sebelumnya telah mengantisipasi agar tak ada korban. Pihak sekolah telah mengosongkan ruangan tersebut sejak pandemi.

“Sudah tidak dipakai ruangannya. Pokoknya hampir dua tahun, selama masa pandemi. Kejadiannya kemarin pagi,” kata Suhemi di SDN 2 Cangkoak, Kabupaten Cirebon, Rabu (15/9/2021).

Suhemi menceritakan, saat kejadian hujan mengguyur wilayah Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Kondisi demikian mengakibatkan rembesan di beberapa sudut bangunan yang sudah tak layak digunakan itu.

“Malamnya hujan, paginya rintik-rintik. Setelah kejadian (roboh) saya kontrol ke kelas, ternyata bangunan sebelahnya sudah retak. Kalau didorong saja sudah roboh,” ucapnya.

Pihak sekolah akhirnya mengosongkan dua ruangan kelas yang bersebelahan dengan bangunan roboh, yakni kelas V dan VI. Hal tersebut untuk menghindari adanya korban.

Suhemi menceritakan saat kejadian tengah berlangsung kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM). Guru dan murid sempat panik dan lari ke luar untuk menyelamatkan diri.

“Sampai kantor (getarannya) kerasa seperti gempa kecil. Ketarik semua bangunan sebelahnya. Jadi panik,” kata Suhemi.

Suhemi tak menampik SDN 2 Cangkoak merupakan bangunan lama yang dibangun sekitar tahun 1972. Bangunan sekolah sempat mengalami rehab. “Rehab ringan tidak total. Ya baru direhab itu tahun 2012,” kata Suhemi.

Akibat kejadian itu sebagian siswa melakukan PTM di musala sekolah. Suhemi berharap pihak terkait bisa segera bergerak merealisasikan renovasi.

“Harapan ke depan, pihak terkait cepat terealisasi. Menghambat pembelajaran. Siswa jumlahnya 220 orang. Karena pandemi, kita di sini 50 persen,” kata Suhemi.(*)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News