Next Post

Habitat Capung di Telaga Nilem, ‘Penjaga’ Aquaspace di Kaki Gunung Ciremai

Telaga Nilem (1)

 

CIREBON –

Telaga Nilem di kawasan Gunung Ciremai (Ceremai) tak hanya menyajikan panorama eksotis dan kesejukan alam, sebab di dalamnya juga terdapat habitat capung raksasa yang tergolong hanya bisa ditemui di tempat-tempat tertentu.

Telaga Nilem terletak di Desa Kadeula, Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan, adalah salah satu destinasi wisata air dimana pengunjung dapat menikmati panorama bawah air dengan cara menyelam ataupun berenang di tengah jernihnya air telaga.

Terlebih, pengunjung dapat berenang di tengah habitat ikan air tawar yang hidup dan berkembang biak di ‘aquascape’ raksasa. Tidak hanya itu, di lokasi wisata alam yang terletak di kaki utara Gunung Ciremai ini juga merupakan habitat satwa seperti burung raja udang, cekakak Jawa dan kareo padi. Selain itu, di telaga ini juga hidup habitat capung.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuswandono mengatakan, di tengah keindahan dan kecantikan Telaga Nilem, ada satu hewan yang perlu diketahui dan dijaga, karena hewan metamorfosis ini merupakan bio indikator perubahan lingkungan. Salah satunya sebagai indikator untuk mengukur kualitas air.

“Perlu kita ketahui, di sana hidup beberapa jenis capung. Karena capung adalah hewan yang menjadi bio indikator perubahan lingkungan. Sama halnya dengan spesies lain gunung Ciremai seperti Kodok merah,” katanya, Senin (1/4/2019).

Ada beberapa jenis capung yang bisa ditemukan di sekitar Telaga Nilem di antaranya adalah Heliochypa Fenestrata, Copera Marginipes, Prodasineura Autumnalis, Pseudagrion Microchepalum, Ictinogomphus Decoratus, Orthetrum Sabina, dan Neurothemis Ramburii.

Dia menyatakan, selain berenang bersama ikan-ikan pengunjung juga bisa berinteraksi atau mendokumentasikan jenis-jenis capung tersebut. “Capungnya cantik-cantik, sehingga masyarakat bisa berswafoto ataupun menikmati aktivitas capung di sekitar telaga yang indah dipandang,” tuturnya.

Kuswando mengimbau, alam yang indah dan mempesona jangan dirusak oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab. “Alam sudah menyajikan yang terbaik bagi kita, mari kita jaga dan lestarikan jangan dirusak,” pungkasnya. (Juan)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News