Next Post
bjb Amazing SurePrize Media Online_Media Online 970x90px

Harga Cabai di Kuningan Turun Drastis, Banderol Daging dan Ayam Masih Tinggi

cabai 2

Tampak aktivitas pedagang dan pembeli di Pasar Baru Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Harga cabai sudah turun, tapi daging dan ayam masih tinggi. Foto: Andre Adryn/IJnews

 

KUNINGAN – Sejumlah komoditas bahan pangan di pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kini mulai mengalami penurunan harga. Misalnya cabai merah saat menjelang Lebaran mencapai Rp65.000/kg dan sekarang turun menjadi Rp35.000/kg.

Begitu pula dengan beberapa bahan pangan lain seperti cabai hijau, cabai kriting, cabai rawit hingga bawang putih. Khusus daging sapi maupun daging ayam, harganya turun tapi tidak terlalu signifikan.

Pemantau Pasar pada Diskopdagperin Kuningan, Arisman dalam keterangan persnya, Selasa (18/5/2021), menguatarakan, kenaikan harga cabai mencapai angka tertinggi saat mau Lebaran. Sekarang harganya turun, antara lain cabai merah dari Rp65.000/kg menjadi Rp35.000; cabai hijau Rp28.000/kg menjadi Rp24.000; cabai rawit Rp40.000/kg turun tipis jadi Rp35.000; dan cabai keriting dari Rp65.000/kg menjadi Rp40.000.

“Kemudian harga bawang putih dari Rp28.000/kg turun menjadi Rp26.000. Sedangkan bawang merah masih stabil di harga Rp28.000,” tambahnya.

Begitu juga pada harga daging sapi dan ayam, harganya turun di banding saat Lebaran kemarin. Hanya harganya masih terbilang tinggi.

“Kalau harga daging sapi dari Rp150.000/kg kini turun menjadi Rp130.000, sedangkan daging ayam dari Rp42.000/kg menjadi Rp40.000. Begitu juga dengan harga telur ayam negeri dari Rp23.000/kg menjadi Rp22.000,” sebutnya.

Arisman menduga bahan pangan seperti daging harganya masih terbilang tinggi, karena sedang musim hajatan seperti resepsi pernikahan dan khitan. Akhirnya permintaan terhadap daging sapi dan daging ayam masih tinggi, sehingga harga masih bertahan di kisaran tersebut.

“Kalau kita lihat kan banyak masyarakat yang menjadikan bulan Syawal ini sebagai waktu yang baik untuk menggelar hajatan. Karena itu permintaan terhadap daging ayam maupun sapi masih tinggi,” tutupnya. (Andre Adryn/IJnews)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News