Next Post

Kisah Anak Imam Musholla yang Lulus Jadi Dokter

agungsulthon-1573022181071

INDRAMAYU –

Mungkin tidak pernah terbayangkan oleh H Masduqi Djahari, imam musholla di kawasan Kota Indramayu, jika suatu saat, anaknya bisa menjadi seorang calon dokter.

Maklum, sebagai seorang Imam di Musholla Al Arofah di Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, keluarganya tidak secara khusus mengarahkan putrinya untuk menempuh pendidikan di fakultas kedokteran.

Namun, dengan kegigihan dan doa, cita-citanya yang mulia untuk menjadikan putra-putrinya sebagai figur yang sukses akhirnya terwujud.

Putri bungsunya yang bernama Khisotul Hayati, lulus fakultas kedokteran Universitas Padjajaran Bandung dan diwisuda Rabu (6/11).

“Alhamdulillah bisa lulus dan selesai kuliahnya,” kata dia.

Menjadi seorang dokter sebenarnya bukan impian putrinya. Maklum, dari silsilah keluarga, tidak ada yang berprofesi sebagai dokter. Sebagian besar keluarganya berprofesi sebagai pedagang.

“Putri saya lulus SMAN 1 Sindang dan diterima di fakultas kedokteran Unpad Bandung dari Program Bidik Misi,” ujarnya.

Bahkan, selama pendidikan di FK Unpad Bandung, Khisotul Hayati mendapatkan beasiswa pendidikan.

“Alhamdulillah biaya selama kuliah juga menjadi ringan. Saya hanya membiayai kebutuhan makan dan uang untuk kos saja,” kata dia.

Karena sudah sepuh, biaya Khisotul Hayati pun dibantu oleh kakak-kakaknya. Terlebih H.Masduqi Djahari sudah berusia 70 tahun. Sedangkan ibu kandung Khisotul Hayati sudah meninggal dunia.

H.Masduqi Djahari menambahkan, sejak kecil Khisotul atau yang biasa disebut Oci ini dikenal rajin dan ulet sejak kecil.

“Oci selalu belajar sendiri tanpa disuruh oleh orang tua. Mungkin itu yang membuatnya menjadi berprestasi di setiap jenjang pendidikan,” kata dia.

Setelah lulus kuliah, ia pun menyerahkan sepenuhnya masa depan serta karier anaknya kepada yang bersangkutan.

“Apakah nanti mau menjadi dokter di Indramayu atau luar daerah, saya serahkan ke anak saya. Orang tua hanya mendoakan yang terbaik untuk anak,” kata dia.

Setelah lulus kuliah, kini Oci bersiap untuk tahap selanjutnya yakni meraih titel dokter. Rencananya pada Sabtu 9 November 2019, akan menjalani pengambilan sumpah dokter. Khisotul sendiri lulus dengan predikat cumlaude. Dalam ujian kompetensi mahasiswa profesi program dokter (UKMPPD), Khisotul meraih nilai terbaik di Unpad untuk CBT (tertulis) dan OSCE (praktik). (IJnews)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News