Next Post

Panen Setahun Sekali, Tapi Mampu Jadi Lumbung Padi Lokal

SerenTaun

 

SUKABUMI –

Di kampung adat Sirnaresmi Sukabumi, adat yang masih dijalankan utamanya adalah di bidang pertanian.

Adat ini telah dilaksanakan selama kurang lebih 437 tahun, nomaden di sepuluh tempat diantaranya Bogor, Bojong, Ciptarasa, Pasir Jengjing dan lain-lain.

Waktu dan penentuan lokasi berpindahnya Kasepuhan tidak menentu karena perpindahan tersebut dilakukan berdasarkan wangsit yang diterima oleh Abah.

Pertanian di desa ini sangat dijaga khususnya padi lokal, sehingga perawatan padi sama sekali tidak menggunakan pestisida atau bahan kimia lainnya.

Sampai saat ini terdapat 68 varietas padi yang masih ditanam. Padi yang paling utama dan paling dipertahankan adalah huma, yaitu padi darat yang selama masa tanamnya tidak memerlukan air.

 

Ketiga kasepuhan ini meyakini bahwa padi merupakan anugerah yang diberikan oleh alam, sehingga padi sangat disakralkan. Padi hanya boleh ditanam sekali dalam setahun. Mereka menganggap jagat raya adalah ibu dan langit adalah bapaknya. Sehingga apabila dianalogikan, tidak mungkin orang tua melahirkan anak lebih dari sekali dalam setahun. Kualitas padi di desa ini lebih diutamakan dibanding kuantitas.

Sehingga dalam perawatannya hanya mengandalkan unsur-unsur alam. Terdapat ritual-ritual khusus yang harus dijalankan selama masa padi itu ditanam hingga saat akan dimasak menjadi nasi, seperti upacara
Ngadiukeun yang dilakukan ketika akan memasukkan padi ke dalam Leuit.

Leuit adalah lumbung padi, tempat menyimpan padi yang telah dijemur di lantayan. Di desa ini leuit sangat banyak dan mudah ditemukan di sepanjang jalan.

Ritual unik lainnya ketika menanak nasi harus dilakukan oleh seorang wanita dengan mengenakan pakaian berwarna putih (seperti kebaya atau sejenisnya), dan tidak boleh bicara selama proses menanak nasinya.

Selain itu ketika makan kita dilarang menyisakan sebutir nasi pun di piring karena proses penanaman padi hingga menjadi nasi bukanlah hal yang mudah, sehingga kita harus menghargai itu.(IJnews/berbagai sumber)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News