Next Post

Penurunan Harga Gabah Diprediksi Terjadi Sampai April, Ini Saran Bupati Indramayu

Bupati Supendi Nanang

 

INDRAMAYU –

Bupati Indramayu, Supendi meminta para petani lebih ‘cerdas’ dan menunggu momentum tepat menjual gabah. Langkah tersebut menurut Supendi, perlu dilakukan jika melihat situasi saat ini yang menunjukkan harga gabah terus mengalami penurunan.

Karenanya sebagai upaya agar para petani tak mengalami kerugian karena anjloknya harga gabah, kata Supendi, maka para petani pun mesti memiliki strategi pemasaran yang jitu supaya tidak mengalami kerugian besar. Untuk diketahui, saat ini harga gabah kering petani (GKP) rata-rata di kisaran Rp4.000-5.000/kg.

Turunnya harga gabah saat ini, disebabkan karena produksi atau hasil panen yang melimpah. Sementara tingkat permintaan pasar ada di bawah jumlah atau hasil panen.

“Panen raya seperti saat ini mengakibatkan harga gabah terus mengalami penurunan. Saya harap petani bisa menahannya dan tidak langsung menjualnya, namun bisa dilakukan secara bertahap untuk menunggu harga stabil,” kata Supendi saat menghadiri panen perdana di Desa Loyang, Kecamatan Cikedung, Senin (25/3/2019).

Di Kabupaten Indramayu, harga gabah terus mengalami penurunan dikarenakan di beberapa wilayah, khususnya selatan banyak petani yang sedang memanen. Diprediksi kondisi ini akan terjadi hingga April nanti, karenanya petani diminta tak buru-buru menjual gabah.

Sementara itu di Kecamatan Cikedung, luas areal sawah yang panen rata-rata mencapai 7,8 hektare (ha) dari total luas sawah di 7.669 ha yang terdiri dari 4.778 ha sawah irigasi dan 2.891 ha sawah hutan atau tadah hujan.

“Pada panen di Kecamatan Cikedung ini rata-rata per hektare mencapai 7,8 hektar. Ini cukup menggembirakan bagi petani dan mudah-mudahan hargapun bisa berpihak kepada petani,” jelas Camat Cikedung, Endhy Yohendi. (Nanang)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News