Next Post

Puncak Arus Mudik di Tol Cipali Diprediksi Terjadi Pada H-4 atau H-3 Lebaran

20190601-Tol Cipali (2)

 

CIREBON –

Hingga H-5 atau Jumat (31/5/2019) lalu, mulai pukul 22.00 sampai 06.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintas di GT Palimanan yang jadi pintu keluar dan masuk kendaraan dari arah Cirebon menuju Jakarta maupun sebaliknya tercatat sebanyak 27.501 unit kendaraan.

Jumlah itu mengalami peningkatan sebesar 9,97% dibanding shift yang sama pada Kamis (30/5/2019) sebanyak 24.759 kendaraan. Yang melintas ke arah Jawa sebanyak 20.260 kendaraan atau rata-rata 2.532 kendaraan/jam, menurun 0,88% dari jam yang sama pada Kamis (30/5/2019) sebanyak 20.440 kendaraan.

Sementara kendaraan menuju Jakarta tercatat sebanyak 7.241 kendaraan atau naik sebesar 40,35% dari shift yang sama pada Kamis (30/5/2019) sebanyak 4.319 kendaraan. Kenaikan ini diperkirakan terjadi karena banyak pengemudi yang menuju arah Jakarta memanfaatkan jam tersebut untuk bisa melewati GT Palimanan sebelum diberlakukan sistem One Way ke arah Jawa.

Vice President Director PT LMS, Firdaus Azis memprediksi, puncak arus mudik terjadi pada H-4 atau H-3 yakni Sabtu atau Minggu (1-2/6/2019) karena hingga H-5 kendaraan yang melintas di tol Cipali sebanyak 353.000 kendaraan.

“Sampai H-5 sebanyak 600 ribu kendaraan melintas dari Jakarta ke Jawa Tengah. Dari jumlah itu, sebanyak 353.000 kendaraan telah melintas di tol Cipali, atau naik sebesar 5,5% dari tahun lalu dalam periode yang sama,” katanya, Sabtu (1/6/2019).

Seperti diketahui, sejak Kamis (30/5/2019) pukul 08.00 WIB, sudah mulai diberlakukan One Way yang dimulai dari KM 70 sampai dengan KM 263. Pada Sabtu (1/6/2019) merupakan hari ketiga pemberlakuan One Way dengan periode jam yang sama.

Dan penormalan akan diberlakukan kembali pada pukul 19.00 WIB sesuai dengan diskresi Kakorlantas. “Secara komulatif total lali lintas kedua arah ada kenaikan sebesar 5,15% dari tahun sebelumnya, dari 333.789 kendaraan pada 2018 menjadi 350.982 di 2019,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau, pada saat terjadi antrian panjang di GT tol utama Palimanan dan guna menjaga kelancaran transaksi, pengendara diminta menggunakan lajur sebelah kiri ke arah Gardu satelit di belakang kiri gerbang utama.

“Kiita memiliki 7 gardu satelit yg biasanya selalu kurang terisi maksimal. Hal ini dimaksudkan untuk membagi antrian di gerbang tol yg biasanya hanya menggunakan jalur lurus ke arah gardu utama,” pungkasnya. (Juan)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News