Next Post

Sejumlah Peneliti Luar Negeri Datangi TPI Indramayu, Riset Anomali Iklim Sektor Perikanan dan Kelautan

Riset Anomali
Sejumlah peneliti dari luar negeri melakukan riset terkait anomali iklim terhadap sektor perikanan dan kelautan di Indramayu, Jabar.

Indramayujeh.com, Indramayu – Aktivitas nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mendadak heboh usai kedatangan sejumlah bule dari beberapa negara. Ternyata, mereka adalah para peneliti dari luar negeri untuk melakukan riset terkait anomali iklim terhadap sektor perikanan dan kelautan.

Riset dilakukan sebagai aksi kegiatan The 2nd ECOGIV anual meeting Ecosystem Based Management of Coastal Marine Resource in Ghana, Indonesia dan Indonesia (ECOGIV). ECOGIV salah satu forum kerjasama lintas 4 negara meliputi Norwegia, Vietnam, Ghana, dan Indonesia.

Bahkan salah satu perwakilan Indonesia berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Kedatangan peneliti dan akademisi itu disambut baik pemda setempat.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Indramayu, Edi Umaedi mengungkapkan, pihaknya sangat menyambut baik kedatangan perwakilan akademisi dari 4 negara ke Kabupaten Indramayu. Semoga hasil kerja sama akademisi 4 negara dalam melakukan riset menyikapi anomali iklim, berpengaruh terhadap peningkatan sektor perikanan dan kelautan.

“Kami berharap hasil riset nantinya bisa berkontribusi kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu, untuk memberikan rekomendasi rencana pembangunan daerah pada sektor perikanan dan kelautan di Kota Mangga lebih baik ke depan,” kata Edi Umaedi dalam keterangan persnya, Jumat (1/9/2023).

Sehingga adanya forum riset tersebut, lanjutnya, dapat memberi kontribusi dalam peningkatan sektor kelautan dan perikanan terkait pengaruh iklim.

Sementara Ketua DPC Alumni IPB Kabupaten Indramayu, Oni S menjelaskan, kegiatan ECOGIV setiap tahun berganti-ganti lokus. Usai dari Negara Vietnam, tahun ini giliran Indonesia guna melihat pengaruh anomali iklim terhadap sektor perikanan dan kelautan yang dimana lokusnya di Kabupaten Indramayu.

“Mereka yang tergabung forum melakukan seminar dan kajian salah satunya di Karangsong meliputi TPI, Could Storage, Mangrove. Mereka ingin membuktikan bahwa nelayan itu melakukan upaya-upaya pengelolaan di laut hingga penangkapan sampai memperhatikan mitigasi bencana alam terkait perubahan iklim,” jelas Oni.

Menurutnya, kegiatan ECOGIV sebagai bentuk kerja sama lintas negara, meliputi aktivitas bidang pendidikan dan riset dan salah satu lokasinya di Kabupaten Indramayu pada sektor perikanan dan kelautan. Maka ke depan, diharapkan bisa berkolaborasi dalam konteks perencanaan program pembangunan.

“Melalui forum ini lahir rekomendasi-rekomendasi berdasarkan identifikasi. Termasuk menyusun model-model terkait adaptasi perubahan iklim, artinya secara implikasi dapat berkontribusi untuk masyarakat Indramayu bagaimana perencanaan pembangunan ke depan di sektor perikanan dan kelautan yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan kedepan,” pungkasnya.(*)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News