IndramayuJeh
IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh IndramayuJeh

Dekatkan Diri ke Masyarakat, Bupati Nina Bongkar Pagar Alun-alun Indramayu

Dekatkan Diri ke Masyarakat, Bupati Nina Bongkar Pagar Alun-alun Indramayu

Bupati Indramayu, Nina Agustina, didampingi Wakil Bupati Lucky Hakim membongkar pagar Alun-alun setempat untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Foto: Andri/IJnews

 

INDRAMAYU – Bupati Indramayu, Nina Agustina, didampingi Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim, menunaikan janji politik saat kampanye Pilkada lalu. Bupati Nina membongkar pagar Alun-alun Pemkab Indramayu guna dilakukan penataan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), Rabu (19/5/2021).

Pembongkaran pagar depan Alun-alun Indramayu ini adalah salah satu program unggulan Visi Indramayu Bermarbat (bersih, religius, maju, adil, makmur dan hebat) yang tertuang dalam 10 program unggulan 100 hari kinerja Bupati Nina Agustina dan Wakil Bupati Lucky Hakim. Pembongkaran dimaksudkan untuk mewujudkan Alun-alun Rakyat atau ALUR.

Melalui program ALUR, Pemkab Indramayu diyakini akan mengembalikan fungsi Alun-alun Kantor Bupati Indramayu sebagai ikon dan simbol kedekatan pemimpin dengan rakyatnya. Kedekatan itu bisa diwakilkan dengan ketidaan sekat atau pembatas berupa pagar yang ada di Alun-alun saat ini.

Pembongkaran pagar sendiri dilakukan secara simbolis dan dipimpin langsung oleh Bupati Nina dan dilanjutkan Wakil Bupati Lucky Hakim dan jajaran Forkopimda. Bahkan Camat ikut mencopot salah satu besi pagar dan pembongkatan dilanjutkan dengan menggunakan escavator.

Bupati Nina, mengatakan, Alun-alun merupakan ikon suatu daerah yang menjadi kebanggaan dan tempat bersuka cita bagi masyarakat. Sebab hampir setiap daerah di indonesia memiliki alun-alun yang representatif dan dapat dimanfaatkan dengan baik, termasuk di Kabupaten Indramayu.

“Namun kehadiran Alun-alun di indramayu nampaknya tidak dinikmati secara maksimal selama beberapa tahun ke belakang. Karena adanya sekat antara pemerintah dan rakyat, dalam hal ini pagar pembatas,” kata Bupati Nina.

Untuk itu, lanjut dia, diperlukan upaya membenahi Alun-alun Indramayu agar bisa dinikmati masyarakat. “Tentunya menambah kebahagiaan kepada semua orang. Hari ini bisa dikatakan sebagai hari yang cukup bersejarah karena setelah sekian lama, akhirnya masyarakat Indramayu bisa mengunjungi Alun-alun tanpa ada pembatas. Hari ini dilakukan pembongkaran pagar alun-alun sebagai pelaksanaan Program 100 Hari Bupati dan Wakil Bupati Indramayu dengan nama program ALUR atau Alun-alun rakyat,” paparnya.

Disebutkannya, pembongkaran pagar Alun-alun sepanjang 100 meter bakal dilanjutkan dengan penataan dan pembangunan trotoar. “Mudah-mudahan dalam pelaksanaan pembongkaran dan penataan alun-alun berjalan lancar agar masyarakat Indramayu bisa secepatnya menikmati tempat ini,” harapnya.

Menurut dia, adanya alun-alun rakyat menjadi suatu simbol kedekatan antara pemimpin dengan rakyatnya.
“Saya berharap Alun-alun Rakyat ini dapat membantu meningkatkan indeks pembangunan manusia di kabupaten Indramayu yang tentunya berpijak pada visi Indramayu Bermartabat (bersih, religius, maju, adil, makmur dan hebat),” tandasnya.

Setelah pagar Alun-alun selesai dibongkar dan ditata Bupati Indramayu berpesan agar masyarakat menjaganya. Jangan masyarakat justru abai akan kebersihan dan merusak fasilitas yang ada.

“Untuk para pedagang juga harus dikondisikan dengan baik, jangan sampai seenaknya berjualan di area dalam Alun-alun karena ditakutkan akan mengurangi nilai alun-alun sebagai ruang untuk bercengkrama dan bersuka cita. Karena itu harus ada pengawasan yang dilakukan, baik itu dari Satpol PP atau pihak-pihak terkait,” pungkasnya. (Andri/IJnews)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

        
indramayujeh.com Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.