Next Post
bjb Amazing SurePrize Media Online_Media Online 970x90px

Olly Siti Soekini, Srikandi Cirebon Pemberani yang Kibarkan Merah Putih di Markas Jepang

Indra Ratna Esti Handayani menunjukkan Sang Merah Putih dan foto-foto ibunya yakni Olly Siti Soekini yang dikenal sebagai Srikandi Cirebon. (Indramayujeh)
Indra Ratna Esti Handayani menunjukkan Sang Merah Putih dan foto-foto ibunya yakni Olly Siti Soekini yang dikenal sebagai Srikandi Cirebon. (Indramayujeh)

CIREBON – Olly Siti Soekini atau Olly Sastra, bukanlah sosok yang dikenal luas dibanding dengan tokoh-tokoh kemerdekaan lainnya. Tapi perempuan yang disebut sebagai ‘Srikandi Cirebon’ ini pada masanya dikenal sebagai wanita pemberani dan tangguh.

Dengan penuh semangat dan tanpa rasa takut perempuan asal Cirebon kelahiran 12 Januari 1925 ini, mengibarkan bendera Merah Putih yang dijahitnya sendiri.

Sang Merah Putih dikibarkan, sesaat setelah Ir. Soekarno memproklamasikan kemerdekaan melalui siaran radio yang terdengar hingga seantero nusantara termasuk di Cirebon.

Kala itu, perempuan tangguh yang akrab dipanggil Olly menjahit Sang Merah Putih dari kain Satin berukuran 160×120 cm yang dikibarkan di markas tentara Jepang yakni Gedung Djawa Hookookai di Jalan Pekalipan Nomor 106, Kota Cirebon Jawa Barat.

“Setelah mendengar Ir. Soekarno memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia, ibu saya beramai-ramai menuju gedung yang dijadikan markas tentara Jepang di Jalan Pekalipan dan mengibarkan Bendera Merah Putih disana,” kata Indra Ratna Esti Handayani warga Kelurahan Pekalangan Kecamatan Kota Cirebon yang juga salah seorang putri Olly Sastra, Selasa (17/8/2021).

Ia melanjutkan, tidak mudah mengibarkan Sang Merah Putih di gedung yang saat itu dijadikan markas tentara Jepang karena di sana ia mendapat perlawanan yakni bendera Merah Putih sempat diturunkan secara paksa oleh Tentara Jepang dan Olly mendapat tindakan kekerasan.

“Saat ibu saya mengibarkan bendera Merah Putih tentara Jepang marah besar. Karena mereka mengklaim bahwa Indonesia belum merdeka, dan bendera itu pun diturunkan. Ibu saya sempat dijambak, ditendang, dan dipukul,” ujarnya.

Tidak hanya itu, setelah diturunkan Sang Merah Putih pun dibakar oleh tentara Jepang, tapi berhasil direbut kembali oleh kawan-kawan Olly.

“Bendera Merah Putih berhasil direbut oleh kawan-kawan ibu saya dalam keadaan sudah rusak dan bolong-bolong akibat dibakar tentara Jepang,” terangnya.

Atas keberanian dan kegigihannya mengibarkan Sang Merah Putih Olly Sastra dijuluki ‘Srikandi Cirebon’ karena, walaupun dianggap belum merdeka oleh tentara Jepang Olly berhasil merebut dan mempertahankan keutuhan bendera Merah Putih dari tangan Jepang. (*)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News