Next Post

Konflik Kekuasan di Keraton Kasepuhan: Kasultanan Cirebon akan Luruskan Sejarah

Keraton Kanoman Cirebon. (Indramayujeh)
Keraton Kanoman Cirebon. (Indramayujeh)

CIREBON – Konflik kekuasaan yang terjadi di Keraton Kasepuhan mendapat respons tersendiri dari Keluarga Besar Kasultanan Cirebon. Pasalnya, kedua raja yakni Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin dan Sultan Sepuh Aloeda II diklaim tidak berhak menyandang gelar raja di Keraton Kasepuhan karena bukan keturunan asli dari Sunan Gunung Jati.

Sementara, keturunan asli Sunan Gunung Jati yang asli hanya sampai pada Sultan Sepuh I hingga Sultan Sepuh V. Oleh karenanya, Keluarga Besar Kasultanan Cirebon berkewajiban meluruskan sejarah yang sudah dianggap benar oleh masyarakat. Sehingga, yang menduduki takhta di Keraton Kasepuhan benar-benar keturunan asli dari Sunan Gunung Jati.

Perwakilan Keluarga Besar Kasultanan Cirebon Ratu Mawar dari Keraton Kanoman meminta, Luqman dan Rahardjo Djali membuktikan bahwa mereka adalah keturuna asli Sunan Gunung Jati sehingga memiliki hak menjadi Raja di Keraton Kasepuhan.

“Silahkan dibuktikan. Kami terbuka terhadap silsilah,” katanya, Senin (23/8/2021).

Pihaknya berupaya untuk meluruskan sejarah dengan sejumlah cara, di antaranya adalah mencari sosok atau figur asli keturunan Sunan Gunung Jati untuk menduduki takhta di Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Ke depannya kita lihat di Keraton Kasepuhan ini seperti apa, walaupun belum memiliki nama siapa yang akan dicalonkan, tapi kami berupaya meluruskan sejarah dengan mengembalikan Keraton Kasepuhan ke keturunan asli Sunan Gunung Jati,” imbuhnya.

Sementara, Pangeran Patih Keraton Kacirebonan Tomy Iplaludin Dendabrata menyatakan, keduanya harus menyelesaikan konflik internal atau perebutan kekuasaan di Keraton Kasepuhan Cirebon. Setelah itu, pihaknya membuka komunikasi untuk meluruskan sejarah di Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Kami siap apabila dari pihak Rahadrjo Djali ingin mengadu data bahwa beliau adalah garis keturunan asli Sunan Gunung Jati, dari pihak kami pun memiliki data. Lebih baik mari kita dari hati ke hati, bersama-sama tentunya secara musyawarah ini lebih baik untuk menentukan sesuatu yang baik, kita buka secara terang benderang,” pungkasnya. (*)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News