Next Post
bjb okt 2

Meski Masih Level 4, Pemkot Cirebon Longgarkan Pariwisata

Goa Sunyaragi Cirebon. (Indramayujeh)
Goa Sunyaragi Cirebon. (Indramayujeh)

CIREBON – Sejumlah tempat wisata di Kota Cirebon, Jawa Barat, mulai membuka kunjungan bagi wisatawan. Kendati saat ini Kota Cirebon masih berada di level 4 PPKM.

Pemkot Cirebon telah menerbitkan surat edaran terkait pembatasan aktivitas di tempat wisata.

“Pariwisata secara bertahap mulai lakukan pembukaan di beberapa sektor. Sebelumnya itu kuliner, kita sudah mengizinkan untuk dine in (makan di tempat),” kata Kabid Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon Wandi Sofyan, Minggu (29/8/2021).

Kendati demikian, Wandi mengaku belum mengizinkan beberapa sektor wisata, seperti wisata air, tempat bermain anak dan ketangkasan. Sebab, lanjut dia, masih rentan menjadi media penyebaran COVID-19.

“Bioskop juga belum. Tapi, untuk sektor yang dibuka ini tetap membatasi jam operasionalnya, hanya sampai jam 20.00 WIB. Kemudian, jumlah pengunjungnya dibatasi 25 persen dari kapasitas,” kata Wandi.

“Legal formalnya sudah dituangkan melalui surat edaran wali kota. Ini untuk menghindari adanya pelanggaran,” kata Wandi menambahkan.

Wandi mengatakan Pemkot Cirebon berkomitmen untuk tetap menekan penyebaran COVID-19. Di sisi lain, Pemkot Cirebon juga berupaya untuk meningkatkan perekonomian.

Sementara itu, Badan Pengelola Taman Air Goa Sunyaragi (BP TAGS) telah membuka kunjungan wisata beberapa hari lalu. Kepala Bagian Humas BPTAGS Eko Ardi Nugraha mengaku wisata Goa Sunyaragi telah terbengkalai selama dua bulan.

“Alasannya pertama untuk mengaktifkan karyawan yang selama dua bulan dirumahkan, kedua kembali merawat situs goa dan bangunan yang nyaris terbengkalai. Dan, ketiga agar ada pemasukan untuk pemeliharaan,” kata Eko.

Adapun dalam pembukaan objek wisata ini, pihaknya akan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Berharap pemerintah daerah juga sejalan dengan niat kami mengembalikan pariwisata di Kota Cirebon,” tambah Eko Ardi.

“Sejujurnya pengelolaan Goa Sunyaragi ini mengandalkan kontribusi anggaran yang masuk dari pengunjung, sementara kontribusi pemerintah daerah belum ada, terlebih saat ditutup untuk PPKM,” kata Eko menambahkan.

Eko Ardi berharap pemerintah daerah dapat memaklumi dengan keputusan manajemen. “Goa Sunyaragi ini bisa rapi, bersih dan nyaman sepenuhnya kontribusi dari pengunjung. Kami khawatir justru ditutup akan merusak bangunan bersejarah,” kata Eko.(*)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News