Next Post
bjb digi 22

Sektor Wisata Bisa Menjadi ‘Dinamo’ Ekonomi Ciayumajakuning, Ini Syaratnya

Taman Sari Gua Sunyaragi, salah satu destinasi wisata di Cirebon. (Foto: Net)
Taman Sari Gua Sunyaragi, salah satu destinasi wisata di Cirebon. (Foto: Net)

 

CIREBON –

Sektor pariwisata di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu Majalengka, Kuningan) berpotensi menjadi penggerak roda perekonomian. Syaratnya tentu jika digarap optimal, sektor tersebut dapat menopang laju perekonomian sehingga menarik investor dan terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat.

Menurut data dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon, Share Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) wilayah Ciayumajakuning terhadap PDRB Jawa Barat di tahun 2018 sebesar 10,00%, mengalami penurunan setiap tahunnya sejak tahun 2010 dimana se-ciayumajakuning mencapai 11.30%.

Kepala KPwBI Cirebon Fadhil Nugroho mengatakan, walaupun laju perekonomian Ciayumajakuning menurun terhadap PDRB Jawa Barat, wilayah ini mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 3,9% di tahun 2018, dimana share PDRB terbesar dari Kabupaten Indramayu.

“Share paling besar disumbang oleh Kabupaten Indramayu dengan 4,1 persen. Untuk Kota Cirebon sendiri, share berada pada angka 1,1 persen, terpantau tidak mengalami perubahan dari tahun 2010,” katanya, Rabu 28/8/2019.

Pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning, Kota Cirebon bergerak di bawah Kabupaten Kuningan yakni sebesar 6,2%.

“Kabupaten Kuningan mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi yakni sebesar 6,4 persen. Industri perdagangan dan potensi pariwisata yang semakin berkembang diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon ke depan,” terangnya.

Jika ditinjau lebih Jauh, dari lima kota/kabupaten di Ciayumajakuning, Indramayu mencatatkan penurunan yang cukup signifikan setiap tahunnya. Sedangkan empat kota/kabupaten lainnya stabil.

“Penurunan share PDRB di Kabupaten Indramayu didorong oleh penurunan di sektor industri, khususnya disebabkan oleh penurunan pada jumlah lifting minyak dan gas,” ungkapnya.

Sementara, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan jumlah barang dan Jasa yang diproduksi di wilayah tertentu yang dapat digunakan sebagai salah satu perangkat data ekonomi untuk mengevaluasi kinerja pembangunan ekonomi suatu Wilayah (provinsi maupun kabupaten/kota). (Juan)

 

 

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News