Next Post
bjb Amazing SurePrize Media Online_Media Online 970x90px

Setelah Dilonggarkan, Sektor Pariwisata di Cirebon Menggeliat Lagi

Taman Sari Gua Sunyaragi, salah satu destinasi wisata di Cirebon. (Foto: Net)
Taman Sari Gua Sunyaragi, salah satu destinasi wisata di Cirebon. (Foto: Net)

CIREBON – Sektor pariwisata di Kota Cirebon, Jawa Barat, mulai bergairah setelah pemerintah memberi kelonggaran bagi daerah yang menerapkan PPKM Level 4.

Pemerintah mengizinkan pengunjung restoran untuk makan di tempat, termasuk membolehkan kegiatan di hotel dengan penerapan protokol kesehatan.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon, Wandi Sofyan mengatakan, kenaikan jumlah keterisian kamar atau okupansi rata-rata diperkirakan saat ini mencapai 40 persen. Meningkat dibanding pada bulan Juli lalu.

“Belum signifikan, tapi sudah mulai naik kalau dibanding bulan lalu,” kata Wandi, Minggu (22/8/2021).

Wandi menuturkan, okupansi hotel naik lantaran pemerintah memberikan izin acara di hotel dengan batas maksimal pengunjung 50 persen. Sedangkan untuk restoran, pemerintah mengizinkan makan di tempat dengan batas maksimal jumlah pengunjung 25 persen dari kapasitas.

“Pernikahan dan acara di hotel sudah boleh, tapi jumlah pengunjung dibatasi dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Wandi.

Aturan wajib vaksin bagi pengunjung restoran hotel, menurut Wandi, sangat membantu dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat pada sektor tersebut. “Kami sudah sampaikan kepada pengelola hotel dan restoran, tamu wajib sudah divaksin,” kata Wandi.

Guna memberikan rasa aman kepada pengunjung, lanjut Wandi, sejumlah pengelola restoran dan hotel sudah bersertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environment).

Ada 29 jenis usaha sektor pariwisata di Kota Cirebon yang sudah bersertifikat CHSE. “Ada 17 hotel sudah bersertifikat CHSE, sisanya restoran,” katanya.

Di tempat terpisah, Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis mengaku, optimistis perekonomian di Kota Cirebon perlahan tapi pasti bisa bangkit.

“Dengan kesadaran bersama mencegah COVID-19, dunia usaha pun akan ikut bangkit. Kita harus optimis,” kata Azis. (*)

indramayujeh

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

762ba2bf06f1b06afe05db59024a6990

Recent News